Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Daerah · 3 Feb 2026 10:51 WIB ·

Banjir Tak Kunjung Tuntas, Flyover Daan Mogot Masuk Opsi Serius Pemprov DKI


Banjir Tak Kunjung Tuntas, Flyover Daan Mogot Masuk Opsi Serius Pemprov DKI Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka kemungkinan pembangunan flyover di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi dua persoalan klasik sekaligus: banjir dan kemacetan lalu lintas. Wacana tersebut muncul setelah kawasan itu kembali menjadi titik rawan genangan setiap kali curah hujan tinggi.

Rencana tersebut disampaikan Pramono saat meninjau langsung pembangunan pompa pengendali banjir di Daan Mogot KM 13, Senin (3/2/2026). Ia menegaskan, penanganan banjir di wilayah padat aktivitas seperti Daan Mogot tidak bisa hanya mengandalkan solusi darurat atau jangka pendek.

“Untuk jangka menengah saya sedang memikirkan apakah memang diperlukan untuk membuat flyover di tempat ini. Yang panjangnya mungkin lebih dari 2 kilo. Saya akan minta segera Dinas Bina Marga untuk menghitung kembali flyover di tempat ini,” kata Pramono.

Menurut Pramono, salah satu penyebab utama Daan Mogot kerap terendam banjir adalah posisi badan jalan yang berada lebih rendah dibandingkan permukaan Sungai Mookervart. Saat debit air sungai meningkat, luapan dengan mudah masuk ke jalan dan menyebabkan genangan parah sekaligus melumpuhkan arus lalu lintas.

Flyover yang tengah dipertimbangkan itu diproyeksikan memiliki panjang lebih dari dua kilometer dan dirancang untuk melewati sejumlah titik rawan banjir di sepanjang Daan Mogot. Selain berfungsi sebagai solusi kemacetan, infrastruktur tersebut juga diharapkan mampu meminimalkan dampak luapan air ke jalur utama kendaraan.

Pramono menyebut telah menginstruksikan Dinas Bina Marga DKI Jakarta untuk melakukan penghitungan ulang secara teknis dan menyeluruh terkait rencana pembangunan flyover tersebut, termasuk aspek biaya, konstruksi, serta dampak lalu lintas.

“Saya minta Dinas Bina Marga segera menghitung kembali flyover di tempat ini. Karena memang harus ada penyelesaian jangka menengah dan panjang,” ujarnya.

Sembari menunggu realisasi solusi permanen, Pemprov DKI Jakarta saat ini menjalankan penanganan jangka pendek dengan memasang tiga unit pompa stasioner di titik KM 13, KM 13A, dan KM 13B. Ketiga pompa tersebut memiliki kapasitas total sekitar 7.000 liter per detik, meningkat signifikan dibandingkan kapasitas pompa sebelumnya.

Selain itu, Pramono memastikan program normalisasi sungai tetap berjalan, termasuk di Sungai Ciliwung, Cakung Lama, dan Krukut. Normalisasi ini disebut sebagai bagian tak terpisahkan dari strategi besar pengendalian banjir Jakarta.

Ia menargetkan persoalan banjir di kawasan Daan Mogot dapat ditangani secara bertahap hingga 2027, baik melalui pembangunan rumah pompa tambahan maupun opsi flyover sebagai solusi struktural jangka panjang. (fj)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wakil Ketua DPRD Tangerang Kholid Ismail Kurban 15 Sapi dan 10 Kambing

28 Mei 2026 - 09:36 WIB

Banten Raih WTP Sepuluh Tahun Beruntun, Penerus Banten Puji Andra Soni

25 Mei 2026 - 15:28 WIB

70 Sapi dan 5 Domba Qurban Polda Banten Disalurkan kepada Masyarakat

25 Mei 2026 - 14:51 WIB

Perumdam TKR Perluas Jaringan Hingga Wilayah Rajeg Kabupaten Tangerang.

25 Mei 2026 - 12:06 WIB

Dukungan PLN UID Banten: Limbah Goni Jadi Tas Modis Karya UMKM Lokal

19 Mei 2026 - 15:07 WIB

Tepis Isu Miring, Sekwan: Anggaran Baju Dinas DPRD Sesuai Prosedur

19 Mei 2026 - 10:55 WIB

Trending di Daerah