MEDAN BELAWAN | Harian Merdeka
Penanaman 7000 bibit mangrove berlangsung selama 2 hari mulai 16 Juli 2024 di perairan Bagan Deli Wilayah bibir pantai Belawan, adalah salah satu program yang telah diagendakan sebelumnya oleh pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Medan bersama Dewan Pembina Daerah (DPD) HNSI SUMUT.
Ketua DPC HNSI Kota Medan, Rahman Gafiqi SH, mengatakan bahwa keberadaan hutan mangrove merupakan tempat berkembang biaknya ekosistem air seperti kepiting, udang, kerang dan ikan yang menjadi sumber kehidupan bagi para nelayan, khususnya nelayan kecil tradisional.
Menurut Rahman, tujuan penanaman pohon mangrove berpungsi untuk menahan abrasi serta menyerap polutan dari laut seperti logam berat dan bahan kimia lainnya sehingga dapat membantu kualitas air laut tetap terjaga.
Kegiatan Penanaman 7000 bibit mangrove tersebut mendapat dukungan dari beberapa instansi/institusi pemerintah serta kalangan ormas lainnya dan juga dari salah satu tokoh pemangku bisnis yaitu, GM PT Musim Mas T Kanna bersama Yuandi selaku Humas PT Musim Mas.
“Harapan saya kegiatan ini terus berkesinambungan kepada para pendukung yang berkompeten untuk menjadikan barometer kedepannya sebagai objek wisata”. ujar Ketua DPC HNSI Kota Medan, Kamis 18 Juli 2024 di Bagan Deli pada puncak acara Penanaman Bibit Mangrove dengan tema “REBOISASI BIBIR PANTAI MENUJU INDONESIA EMAS”.
(Umar)







