Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 19 Jan 2024 08:08 WIB ·

Ekonom Senior Indef Faisal Basri Ungkap Potensi Pengunduran Diri 15 Menteri dalam Kabinet Indonesia Maju (KIM)


kspresi para menteri Kabinet Indonesia Maju ketika menghadiri pembukaan KTT ke-43 ASEAN 2023 di Jakarta, Selasa (5/9/2023). ANTARA FOTO/Media Center ASEAN 2023/Zabur Karuru/foc. Perbesar

kspresi para menteri Kabinet Indonesia Maju ketika menghadiri pembukaan KTT ke-43 ASEAN 2023 di Jakarta, Selasa (5/9/2023). ANTARA FOTO/Media Center ASEAN 2023/Zabur Karuru/foc.

JAKARTA | Harian Merdeka

Ekonom senior Indef, Faisal Basri, memberikan pernyataan mengejutkan bahwa sekitar 15 menteri di dalam Kabinet Indonesia Maju (KIM) tengah merencanakan untuk mengundurkan diri dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam keterangannya, Faisal Basri merinci beberapa nama yang termasuk dalam daftar tersebut.

Menurut Faisal Basri, di antara menteri yang berencana mengundurkan diri adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md. Ia menyebutkan bahwa dari menteri yang berasal dari PDI Perjuangan ada lima, dari PKB dua, sehingga total sepuluh menteri. Namun, menteri dari PPP tidak dimasukkan dalam daftar karena konflik dengan pengurus PPP saat ini.

Faisal Basri menilai bahwa menteri yang memiliki latar belakang teknokrat lebih siap untuk mengundurkan diri dibandingkan menteri dari partai politik. Khususnya, di Kementerian ESDM yang banyak diintervensi. Teknokrat, menurutnya, memiliki standar nilai dan etika yang tidak tertulis. Namun, intervensi untuk melanggar aturan membuat mereka memilih untuk mengundurkan diri.

“Teknokrat itu memiliki standar nilai, etika tidak tertulis. Kalau diminta oleh atasannya yang akhirnya melanggar aturan, ‘oh dia bilang sorry nggak mau’ kalau mau terus, saya mundur. Itu biasa di mana-mana. Di Israel begitu,” ungkap Faisal Basri.

Pernyataan Faisal Basri ini menciptakan kekhawatiran terkait stabilitas Kabinet Indonesia Maju dan memunculkan pertanyaan mengenai alasan di balik potensi pengunduran diri yang begitu masif dari para menteri.(red)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Di Tengah Kenaikan Harga Material, Proyek Jalan Tetehosi Afia Tetap Tuntas dan Berkualitas

23 Mei 2026 - 12:02 WIB

Arif Rahman Bahas Ketahanan Pangan Berkelanjutan Bersama Grenpace

23 Mei 2026 - 11:07 WIB

Puji Rekor MURI Pelayanan 100 Jam, HIPMI Bogor: Menyala Bupati Rudy Susmanto

23 Mei 2026 - 10:57 WIB

Kawal Program MBG, Kastaf Dudung Tegaskan Jangan Ada Oknum yang Menjual Titik

21 Mei 2026 - 13:15 WIB

GMNI Jakarta Serahkan Laporan Korupsi KDMP Rp112 Triliun ke Kejagung, Desak Periksa Kementerian Terkait dan Tegaskan Militer Tidak Kebal Hukum

21 Mei 2026 - 10:37 WIB

FWK SOROTI JANJI PRESIDEN DI DPR, BENAHI MBG DAN TINGKATKAN SUBSIDI REDAM KENAIKAN HARGA KEBUTUHAN POKOK

21 Mei 2026 - 09:41 WIB

Trending di Nasional