JAKARTA | Harian Merdeka
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait alias Ara mencabut ide rumah subsidi diperkecil. Bahkan, Ara menyampaikan permohonan maaf terkait idenya yang mungkin kurang tepat.
“Saya sudah mendengar begitu banyak masukan, termasuk dari teman-teman anggota Komisi V DPR RI, maka saya sampaikan secara terbuka permohonan maaf dan saya cabut ide itu,” ujar Ara dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, dikutip, Kamis (10/7).
Dalam draft Peraturan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman luas tanah dan bangunan rumah subsidi dipangkas dari 36 meter persegi menjadi 25 meter persegi. Sementra luas bangunan diatur paling rendah 18 meter persegi dan paling luas adalah 36 meter persegi.
Kemudian, untuk satuan rumah susun (rusun) umum, luas unit paling kecil untuk rusun adalah adalah 18 meter persegi dan paling luas adalah 36 meter persegi.
Ara menjelaskan, tujuan ukuran rumah subsidi yang mau diperkecil tersebut sebenarnya sederhana. Karena Kementerian PKP mendengar banyak sekali anak muda yang ingin tinggal di kota, namun terkendala harga tanahnya di kota mahal sehingga ukuran rumahnya mau diperkecil.
“Tujuannya mungkin cukup baik tapi kami juga mesti belajar ide-ide di ranah publik harus lebih baik lagi soal rumah subsidi yang diperkecil,” katanya.
Ara sebelumnya menyampaikan adanya kemungkinan untuk membatalkan pembangunan rumah subsidi yang didesain dengan luas bangunan 14 meter persegi (m2) jika tidak mendapat tanggapan positif dari masyarakat.
Ia menuturkan contoh desain (mock up) rumah subsidi tipe 1 kamar tidur dengan luas bangunan 14 meter persegi dan luas tanah 25 meter persegi yang dipamerkan di salah satu mal di Jakarta tersebut merupakan bagian dari upaya pihaknya untuk menjaring tanggapan dari masyarakat.
“Itu (rumah subsidi 14 meter persegi) kan draft (rancangan) kami. Kita sounding (penjajakan pasar) kepada rakyat akan seperti apa. Kami dengarkan (tanggapan) masyarakat itu. Belum ada suatu keputusan,” ujar Maruarar Sirait.
Ia mengatakan terdapat kemungkinan untuk membatalkan pengembangan rumah subsidi 14 meter persegi tersebut jika tidak mendapatkan tanggapan yang baik dari masyarakat.
Ara juga menyatakan akan mengoordinasikan dengan jajarannya jika terindikasi ada aturan yang dilanggar dalam pembuatan contoh desain rumah subsidi tersebut. (jr)







