Tangsel – Harian Merdeka
Rahman Faisal, S.S., M.M. merupakan Dosen Akuntansi Perpajakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang (UNPAM) menyoroti rencana anggaran Rapat, pada Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangerang Selatan.
“Dari jumlah Total Rp107, 024, 566,464 uang APBD 2026 yang akan di kelola oleh Disperkimta Pemkot Tangsel ini, terdapat sebanyak 564 rencana kegiatan belanja, alat tulis kantor dan penataan lingkungan perumahan hingga pemagaran Tempat Pemakaman Umum,”ujar Rahman Faisal. Pada Senin 8 Juni 2026 di Tangerang.
Kantor Berita Redaksi Harian MERDEKA bertanya ? Dimana letak kecurigaan dalam rencana anggaran Disperkimta ?
Berdasarkan data yang diterima Harian MERDEKA dari beberapa Narasumber, terdapat data Disperkimta Pemkot Tangsel untuk Rapat sebanyak 45 kegiatan Rapat yang akan di laksanakan oleh Disperkimta, dan total anggaran tersebut menyerap Rp 1,5,- miliar uang APBD Tangsel tahun 2026.
Menurut Rahman Faisal, akarab dipanggil Bang Ichal, “Suatu angka 1,5 M ini besar untuk sebuah anggaran Rapat.
Jika, dibagi 45 kegiatan Rapat, Maka per kegiatan Rapat, Apakah termasuk hotel? Makanan dan snack apa dengan biaya tersebut? Berapa juga Jumlah peserta dalam anggaran tersebut,? apakah termasuk uang tansport untuk peserta rapat atau apa?”
“Jika benar terdapat anggaran tersebut, maka belum terlambat bagi Inspektorat Pemkot Tangsel atau Walikota Tangsel, melakukan pencegahan pemborosan anggaran APBD Pemkot yang tidak terlalu penting,”harapnya
Karena, rapat sekarang bisa via online, tentu menghemat biaya bahkan untuk jasa meeting online, “Misalnya sewa Zoom meeting sekarang banyak yang murah.Lalu kenapa harus ada anggaran sebesar itu?” Sambung Ichal kepada Harian MERDEKA.
“Di situasi saat ini dimana kenaikan mata uang baik Uang Dolar AS, bahkan Dolar Singapura ikutan naik, berpotensi kenaikan semua harga Sumbako dan lainnya, “Sambungnya
Sebaiknya kata Ichal, semua Dinas di Pemkot Tangsel, menahan diri dari pemborosan anggaran.
“Stop” anggaran rapat yang terlalu besar, adapaun pengusulan anggaran perjalanan dinas juga harus dilakukan skala prioritas, mana yang urgensi dan berpotensi mendapatkan hasil maksimal itu yang dilakukan dan mengurangi anggaran rapat dinas yang dinilai tidak terlalu penting juga perlu dikaji dan dilakukan efisiensi,” tukas nya.
Diakhir Bang Ichal mengajak Walikota dan Sekretaris Daerah Pemkot Tangsel terus mengawasi jajarannya dalam Ketentuan efisiensi anggaran Pemerintah Tangsel.
“Tentu diperlukan ketegasan, kebijakan skala prioritas, pengawasan dari Walikota dan DPRD Kota Tangsel untuk berpedoman Penyusunan APBD Fokus utama, memangkas pengeluaran tidak produktif bisa dialihkan ke program prioritas yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Faisal
Kota Tangsel, kerap mendapat beberapa Penghargaan, tapi itu untuk permukaan saja?
” Sementara internal perlu pembenahan yang mendalam, jika pun mau buat tim Adhoc misalnya yang berperan dan berfungsi menkaji setiap anggaran dan penggunaan anggaran. Jangan hanya Gelar WTP dari BPK hanya “hiasan” saja ” “Tapi faktanya, banyak anggaran yang bisa dihemat di peruntukan kepada Masyarakat yang dapat dirasakan secara langsung, “tutup nya.
Kantor Berita Redaksi Harian MERDEKA, mendatangi Kantor Disperkimta tujuan meminta Komentar Aries Kurniawan, selaku Kepala Disperkimta, Tangsel,
“Mohon maaf pak Sekdis sedang keluar kantor, sedangkan Kepala Dinas juga harus buat janji dulu ya, baru boleh naik keatas atau ruangan Perkimta, “ujar wanita berhijab mengaku Staf Perkimta Tangsel. Pada Senin 8 Juni 2026.(Rhm)







