Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Pendidikan · 10 Mar 2026 13:52 WIB ·

SMAN 2 Pamekasan Beri Pelajaran Penting: Tolak 1.022 Porsi MBG yang Tidak Layak Konsumsi


SMAN 2 Pamekasan Beri Pelajaran Penting: Tolak 1.022 Porsi MBG yang Tidak Layak Konsumsi Perbesar

PAMEKASAN | Harian Merdeka

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah pihak sekolah SMAN 2 Pamekasan menolak distribusi makanan yang dikirim ke siswa.

Penolakan tersebut terjadi pada Senin 9 Maret 2026 di Pamekasan karena menu MBG yang diterima dinilai tidak layak dikonsumsi.

Dalam video yabg diunggah di Instagram @andreli_48, Kepala SMAN 2 Pamekasan, Moh. Arifin, mengatakan pihak sekolah akhirnya mengembalikan seluruh paket makanan yang dikirim dalam program tersebut.

Menurutnya, total 1.022 porsi menu MBG dikembalikan karena tidak memenuhi standar kelayakan untuk diberikan kepada siswa.

Menu Dinilai Tidak Layak

Arifin menjelaskan, salah satu menu yang dikirim berisi tempe dua iris dan tahu dua iris yang digabungkan dengan ikan lele. Namun kondisi ikan tersebut justru menimbulkan kekhawatiran.

Ia menyebut beberapa lele bahkan diduga masih hidup dan mengeluarkan bau amis yang cukup menyengat.

“Masak untuk tiga hari menunya tempe dua iris, tahu dua iris, dan disatukan dengan lele mentah. Bahkan ada yang masih hidup, jadi baunya amis. Kami khawatir kalau tetap dibagikan justru berdampak buruk bagi siswa,” ujarnya.

Pernah Temukan Jus Tak Layak dan Buah Berulat

Arifin juga mengungkapkan bahwa persoalan terkait menu MBG bukan kali pertama terjadi di sekolah tersebut. Sebelumnya, pihak sekolah sempat menemukan minuman jus yang sudah tidak layak konsumsi.

Selain itu, ada juga buah yang ditemukan dalam kondisi tidak higienis karena terdapat ulat di dalamnya.

Kondisi tersebut membuat pihak sekolah memilih menolak distribusi makanan demi menjaga kesehatan para siswa.

BGN Tegaskan Menu MBG Lengkap dan Penuhi Standar Gizi

Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, menjelaskan bahwa video yang beredar hanya menampilkan sebagian menu, sehingga menimbulkan persepsi yang tidak utuh. Menurut Nanik, berdasarkan laporan yang diterima, menu yang disiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pamekasan Pademawu Buddagan sebenarnya lengkap.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, menu yang disiapkan SPPG sebenarnya lengkap. Namun dalam video yang beredar hanya terlihat sebagian menu karena pihak sekolah menolak mengeluarkan paket makanan dari kendaraan distribusi,” ujar Nanik dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026). (Egi)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kasek dan Guru SMKN 1 Idanogawo Diperiksa Cabdis Terkait Dugaan Pungli

12 April 2026 - 21:35 WIB

Disebut Kendalikan Pungli Tunjangan Guru di Kepulauan Nias, Siapa Oknum Guru ASN Bermarga Barus?

8 April 2026 - 11:14 WIB

Dugaan Pungli Tunjangan Guru di SMKN 1 Idanogawo, DPRD Sumut Minta Pelaku Diproses Hukum

5 April 2026 - 21:42 WIB

Skandal Dugaan Pungli Dasus di SMKN 1 Idanogawo, Guru Dipalak Lebih Satu Bulan Gaji

3 April 2026 - 11:34 WIB

Transformasi Digital Pendidikan: AI Resmi Masuk dalam Regulasi Nasional Melalui SKB

13 Maret 2026 - 11:42 WIB

Kemenko PMK: AI di Pendidikan Harus Jadi Alat Bantu, Bukan Pengganti Proses Belajar

12 Maret 2026 - 15:17 WIB

Trending di Pendidikan