PAMEKASAN | Harian Merdeka
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah pihak sekolah SMAN 2 Pamekasan menolak distribusi makanan yang dikirim ke siswa.
Penolakan tersebut terjadi pada Senin 9 Maret 2026 di Pamekasan karena menu MBG yang diterima dinilai tidak layak dikonsumsi.
Dalam video yabg diunggah di Instagram @andreli_48, Kepala SMAN 2 Pamekasan, Moh. Arifin, mengatakan pihak sekolah akhirnya mengembalikan seluruh paket makanan yang dikirim dalam program tersebut.
Menurutnya, total 1.022 porsi menu MBG dikembalikan karena tidak memenuhi standar kelayakan untuk diberikan kepada siswa.
Menu Dinilai Tidak Layak
Arifin menjelaskan, salah satu menu yang dikirim berisi tempe dua iris dan tahu dua iris yang digabungkan dengan ikan lele. Namun kondisi ikan tersebut justru menimbulkan kekhawatiran.
Ia menyebut beberapa lele bahkan diduga masih hidup dan mengeluarkan bau amis yang cukup menyengat.
“Masak untuk tiga hari menunya tempe dua iris, tahu dua iris, dan disatukan dengan lele mentah. Bahkan ada yang masih hidup, jadi baunya amis. Kami khawatir kalau tetap dibagikan justru berdampak buruk bagi siswa,” ujarnya.
Pernah Temukan Jus Tak Layak dan Buah Berulat
Arifin juga mengungkapkan bahwa persoalan terkait menu MBG bukan kali pertama terjadi di sekolah tersebut. Sebelumnya, pihak sekolah sempat menemukan minuman jus yang sudah tidak layak konsumsi.
Selain itu, ada juga buah yang ditemukan dalam kondisi tidak higienis karena terdapat ulat di dalamnya.
Kondisi tersebut membuat pihak sekolah memilih menolak distribusi makanan demi menjaga kesehatan para siswa.
BGN Tegaskan Menu MBG Lengkap dan Penuhi Standar Gizi
Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, menjelaskan bahwa video yang beredar hanya menampilkan sebagian menu, sehingga menimbulkan persepsi yang tidak utuh. Menurut Nanik, berdasarkan laporan yang diterima, menu yang disiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pamekasan Pademawu Buddagan sebenarnya lengkap.
“Berdasarkan laporan yang kami terima, menu yang disiapkan SPPG sebenarnya lengkap. Namun dalam video yang beredar hanya terlihat sebagian menu karena pihak sekolah menolak mengeluarkan paket makanan dari kendaraan distribusi,” ujar Nanik dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026). (Egi)







