Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Pendidikan · 9 Jun 2026 11:37 WIB ·

Soal Penghancuran SDN Wolomoni Demi Koperasi , Politisi PDIP Andreas Hugo: Ini Jadi Preseden Buruk Pemerintah


Soal Penghancuran SDN Wolomoni Demi Koperasi , Politisi PDIP Andreas Hugo: Ini Jadi Preseden Buruk Pemerintah Perbesar

JAKARTA I Harian Merdeka

Fraksi PDI Perjuangan DPR RI mengecam keras aksi penghancuran sebagian bangunan SDN Wolomoni di Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Fasilitas pendidikan tersebut dirusak demi memaksakan proyek pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

​Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Andreas Hugo Pareira, mempertanyakan urgensi proyek tersebut hingga harus mengorbankan fasilitas pendidikan yang menjadi hak generasi muda.

​”Apakah pendidikan itu kurang penting sehingga bangunan sekolah yang menjadi tempat mendidik generasi muda bangsa harus dirobohkan? Apakah Koperasi Desa Merah Putih lebih penting daripada sekolah?” ujar Andreas kepada wartawan, Senin (8/6/2026).

​Andreas menegaskan, meskipun KDMP merupakan bagian dari program pemerintah, pelaksanaannya tidak boleh saling berbenturan, apalagi sampai merugikan sektor pendidikan. Ia mendesak pengelola program untuk segera memberikan penjelasan terbuka kepada publik.

​Andreas menegaskan tindakan sepihak ini telah memicu kecaman luas dan menjadi contoh nyata dari tata kelola pembangunan yang serampangan.

​”Tindakan ini menjadi preseden buruk dalam pelaksanaan pembangunan pemerintah,” cetus legislator asal NTT tersebut.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi perusakan ini memicu kemarahan besar warga dan tokoh adat (mosalaki). Dokumentasi di lapangan menunjukkan satu unit ekskavator dipaksa melintas dengan menjebol pagar sekolah, menggali fondasi, bahkan terlihat seorang pria berpakaian loreng ikut memotong tiang penyangga ruang kelas.

​Warga setempat menilai tindakan aparat dan pengelola program sudah di luar batas nalar sehat.

​”Ini kerja orang gila. Bayangkan, sekolah tempat anak-anak belajar pun dihancurkan demi KDMP. Mereka tidak mau lagi mendengar suara masyarakat dan suara mosalaki,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

​Padahal, dalam pertemuan formal pada 19 Mei 2026 yang dihadiri pemerintah desa dan kabupaten, masyarakat secara bulat telah menolak lokasi tersebut. Warga tidak menolak program koperasi, melainkan penempatannya yang menghabiskan lahan masa depan sekolah. Namun, pada Jumat (5/6/2026) siang, alat berat diam-diam didatangkan secara sepihak untuk menggusur lahan.

​Hingga saat ini, warga yang berang masih menahan ekskavator tersebut di kompleks sekolah dan menuntut pertanggungjawaban penuh (Agus).

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Fraksi PDIP Tangsel Dorong Disdik Seluruh Seragam Sekolah Gratis Secara Bertahap

9 Juni 2026 - 11:31 WIB

Polda Banten Tegaskan Tak Ada Jalur Titipan dalam Penerimaan Akpol 2026

8 Juni 2026 - 14:23 WIB

Wakil Ketua MPR Lestari Ingatkan Pemerintah Upaya Atasi Angka Putus Sekolah Akibat Gejolak Ekonomi

8 Juni 2026 - 09:57 WIB

Program Sekolah Gratis Andra Soni Dongkrak Minat Siswa ke Sekolah Swasta

2 Juni 2026 - 16:31 WIB

Wakil Ketua MPR Firman Soebagyo Soroti Rendahnya Kesejahteraan Guru

29 Mei 2026 - 10:33 WIB

Profil Miracle Hayatullah: Santri Kahf Berprestasi Nasional & Internasional

25 Mei 2026 - 14:44 WIB

Trending di Pendidikan