Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Politik · 15 Nov 2023 18:53 WIB ·

Nomor Urut 3 Capres & Cawapres Bahagianya, Prabowo – Gibran Dapat Nomer 2


Nomor Urut 3 Capres & Cawapres  Bahagianya, Prabowo – Gibran Dapat Nomer 2 Perbesar

“Bisa mendongkrak elektoral. Asal tim sukses/konsultan para capres-cawapres ini mampu mengasosiasikan secara inovatif/kreatif/atraktif nomor urut tadi dengan sesuatu yang membawa kebaikan atau keberuntungan bagi pemilih,”

JAKARTA | Harian Merdeka

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar pengundian nomor urut tiga pasangan capres dan cawapres, Selasa (14/11/2023) malam. Hasilnya, pasangan Anies-Cak Imin No 1, Prabowo-Gibran No. 2 dan Ganjar-Mahfud MD No.3.

Sebelumnya, ketiga pasangan capres dan cawapres tersebut melakukan pengambilan nomor urut berdasarkan nomor antrian. Pasangan Anies-Cak Imin menjadi antrian pertama. Kemudian, antrian kedua pasangan Ganjar-Mahfud MD dan antrian ketiga pasangan Prabowo-Gibran.
Untuk antrian pertama, Cak Imin maju dan mendapatkan nomor 8. Di susul kemudian Mahfud MD mendapat nomor 10 dan Gibran mendapat nomor antrean 14.

Berdasarkan nomor tersebut, pasangan Anies-Cak Imin mendapat kesempatan pertama untuk pengambulan kocokan. Disusul kemudian pasangan Ganjar-Mahfud dan Prabowo-Gibran.
Hasilnya, pasangan Anies-Cak Imin mendapatkan nomor 1, pasangan Ganjar – Mahfud MD nomor 3 dan pasangan Prabowo-Gibran nomor 2. Meski telah mendapatkan nomor, namun ketiga pasangan capres dan cawapres belum bisa melakukan kampanye. Karena kampanye baru dilaksanakan pada 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024.
Sebelumnya, KPU telah menetapkan ketiga pasangan capres-cawapres usai menggelar rapat pleno tertutup pada Senin (13/11) kemarin.
Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar maju Pilpres diusulkan oleh Partai NasDem, PKB, PKS. Sementara Ganjar Pranowo dan Mahfud MD diusulkan oleh partai politik PDIP, PPP, Perindo, Hanura.

Selanjutnya pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka diusulkan oleh Partai Gerindra, Golkar, PAN, PSI, PBB, Partai Demokrat dan Partai Garuda.

Terkait pengundian nomor urut, Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menyebut, nomor urut yang telah diundi KPU bisa mendongkrak elektoral pasangan capres-cawapres pada Pilpres 2024. Namu, itu tergantung dari tim sukses masing-masing pasangan capres dan cawapres dalam mengemas nomor urut tersebut secara menarik.

“Bisa mendongkrak elektoral. Asal tim sukses/konsultan para capres-cawapres ini mampu mengasosiasikan secara inovatif/kreatif/atraktif nomor urut tadi dengan sesuatu yang membawa kebaikan atau keberuntungan bagi pemilih,” ujar Agung kepada media, Selasa (14/11/2023).

Menurutnya, nomor urut sangat memengaruhi pasangan capres-cawapres di Pilpres. Nomor urut memberikan efek psikologis bagi kandidat. Apalagi jika mereka mendapatkan nomor urut 1. Sebab, nomor tersebut identik dengan yang terbaik.

“Nomor urut 2 misalkan lebih gampang sering ditunjukkan karena menyimbolkan V (victory) yang berarti kemenangan atau peace, perdamaian. Nomor 3 yang selama ini diasosiasikan sebagai salam persatuan sebagaimana sila ke-3 Pancasila,” tuturnya.

Agung juga mengemukakan bahwa nomor urut menjadi hal penting bagi pemilih berlatar belakang pendidikan menengah bawah. Karena mereka biasa memilih nomor urut paling awal.

“Artinya, karena hanya tiga pasang kandidat capres-cawapres, perihal soal nomor urut ini secara ergonomis tak menyulitkan indera penglihatan mereka untuk melihat,” ujar Agung.

Tapi yang jelas, lanjut Agung, pengaruh nomor urut bagi capres dan cawapres di Pilpres tergantung bagaimana kandidat atau timnya mensosialisasikan secara atraktif dan kreatif untuk menarik simpati pemilih.

Senada dengan Arifki Chaniago. Analis Politik dan Direktur Eksekutif Aljabar Strategic menilai nomor urut akan memberikan keuntungan dalam branding dan membangun komunikasi publik. Selain itu, pengundian nomor urut akan memudahkan pasangan capres-cawapres dalam berkampanye.
Kendati demikian, kata dia, nomor urut tak bisa menjadi jaminan untuk mendulang suara di Pilpres.

“Tiga paslon ini akan menjadi menarik bagi partai dengan nomor urut 1,2,3 karena mereka juga akan melihat dampak elektoral dari dukungan capres-cawapres kepada partai politik mereka,” ujarnya. (you/jr/hmi)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tolak SHGB PT PMC, Ratusan Massa Demo di Depan Kantor Bupati Bogor

18 Juni 2026 - 14:32 WIB

Ricuh GIK UGM, GMPK DKI: Dialog Mensyaratkan Argumen, Bukan Kekerasan

18 Juni 2026 - 14:21 WIB

Dua Tahun Naik Sebelas Kali Lipat, Dari Mana Datangnya Pundi-Pundi Zita Anjani ?

18 Juni 2026 - 12:55 WIB

Respons Damai AS-Iran, Sekjen Golkar Minta Fiskal RI Diperbaiki

17 Juni 2026 - 14:46 WIB

Jagatani Puji Sikap Terbuka Budiman Cs Hadapi Debat Mahasiswa UGM

17 Juni 2026 - 14:29 WIB

Tetap Tenang Hadapi Massa di UGM, Budiman Sudjatmiko: Saya Paham Derita Rakyat

17 Juni 2026 - 13:45 WIB

Trending di Politik