Menu

Mode Gelap
Kantor JMSI Daerah Jadi Tempat Pendaftaran Mahasiswa Baru SiberMu Jessica Iskandar Umumkan Kehamilan Anak Ketiga Helmy Halim : PKS Punya Cerita Dalam Hati Berhasil Gebuk Mafia Tanah, Menteri AHY Tuntaskan Pengembalian Sertipikat Tanah Keluarga Nirina Zubir Singapore Open 2024: Jonatan Christie Tersingkir

Hukum · 13 Okt 2023 16:17 WIB ·

Seragam Sekolah Akan Dilaporkan ke Kejati Banten


Gerbang SMKN 1 Kabupaten Tangerang Perbesar

Gerbang SMKN 1 Kabupaten Tangerang

TANGERANG | Harian Merdeka

GNP Tipikor Kabupaten Tangerang akan membawa persoalann jual beli seragam di SMKN1 Kab.Tangerang ke Kejati Banten.

” Ya akan kita laporkan ke Kejati, berkas sudah lengkap, ” kata Ketua GNP Tipikor Kabupaten Tangerang Walid kepada Harian Merdeka, Jum’at (13/10/2023).

Walid mengatakan, saat pelaksanaan PPDB tahun sebelumnya, pihaknya masih menemukan sejumlah sekolah dan madrasah yang menjual seragam dan mewajibkan orang tua atau wali siswa membeli seragam di sekolah, bahkan pembelian seragam disekolah dilakukan dilingkungan sekolah tersebut.

Menurut Walid, larangan penjualan seragam sudah jelas diatur dalam Pasal 181 dan Pasal 198 Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Dalam regulasi itu disebutkan bahwa pendidik dan tenaga kependidikan dilarang untuk menjual seragam ataupun bahan seragam. Demikian juga Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah/Madrasah.

“Kemudian dalam Pasal 12 ayat (1) Permendikbud 50 Tahun 2022 tentang Pakaian Seragam Sekolah bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah menyebutkan pengadaan pakaian seragam sekolah menjadi tanggung jawab orang tua atau wali peserta didik. Artinya pengadaan pakaian seragam bukan tanggung jawab sekolah atau madrasah ” terang Walid.

Walid menambahkan, maksimal peran sekolah/madrasah dapat membantu pengadaan sebagaimana yang disebutkan Pasal 12 ayat (2) Permendikbud 50 Tahun 2022 tersebut. Dimana dalam aturan itu disebutkan bahwa Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya, sekolah, dan masyarakat dapat membantu pengadaan pakaian seragam Sekolah dan pakaian adat bagi peserta didik dengan memprioritaskan peserta didik yang kurang mampu secara ekonomi.

“Artinya disini bukan menjual, apalagi mewajibkan membeli disekolah dan menjadikan pembelian seragam disekolah persyaratan daftar ulang, justru sebaliknya pihak sekolah membantu pengadaan bagi peserta didik yang tidak mampu,” tambahnya.

Bahkan dalam Pasal 13 Permendikbud 50 Tahun 2022 tersebut menyebutkan dalam pengadaan pakaian seragam Sekolah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, sekolah tidak boleh mengatur kewajiban dan atau memberikan pembebanan kepada orang tua atau wali peserta didik untuk membeli pakaian seragam sekolah baru pada setiap kenaikan kelas dan/atau penerimaan peserta didik baru.

” Bila sudah kami laporkan, Kejati harus memeriksanya, “tegas Walid.

Diketahui, SMK Negeri 1 Kabupaten Tangerang, melakukan penjualan seragam justru dilakukan secara bebas didalam lingkungan sekolah, bahkan pada saat dikonfirmasi mereka beralasan sudah koordinasi dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tangerang.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tangerang, dan diperbolehkan karena memang berbentuk koperasi dan berbadan hukum,” terang pengawas koperasi smkn 1 kab Tangerang kepada wartawan.

Pengawas menambahkan, wadah usaha koperasi hanya atk dan seragam sekolah sedangkan kantin sudah dikembalikan ke sekolah untuk pengelolaannya.(sfd

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kantor JMSI Daerah Jadi Tempat Pendaftaran Mahasiswa Baru SiberMu

30 Mei 2024 - 19:39 WIB

Mahasiswa Humboldt Universität Berlin Eksplorasi Kebudayaan Indonesia di RBI Berlin

29 Mei 2024 - 10:55 WIB

Penetapan UKT di Kampus Harus Kedepankan Asas Keadilan dan Inklusivitas

22 Mei 2024 - 12:55 WIB

STID pengangkutan Kayu Balok Pelabuhan Belawan, dipertanyakan

7 Mei 2024 - 10:20 WIB

Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Perempuan di Dalam Koper

2 Mei 2024 - 10:40 WIB

Sepasang Kekasih Ditetapkan Tersangka Pembuang Jasad Bayi

30 April 2024 - 10:09 WIB

Trending di Hukum