Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Politik · 8 Apr 2026 16:15 WIB ·

SIAGA 98 Tolak Ajakan Saiful Mujani Untuk Menjatuhkan Prabowo Subianto


SIAGA 98 Tolak Ajakan Saiful Mujani Untuk Menjatuhkan Prabowo Subianto Perbesar

JAKARTA I Harian Merdeka

Menanggapi pernyataan Saiful Mujani yang disampaikan dalam sebuah forum diskusi publik di Jakarta pada pekan ini sebagai seorang pengamat politik, yang mengajak untuk mengonsolidasikan kekuatan guna menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.” Kami dari SIAGA 98 menyampaikan sikap tegas sebagai berikut:

“Kami dengan tegas menolak ajakan tersebut karena tidak memiliki dasar yang kuat, baik secara politik maupun konstitusional. Dalam sistem demokrasi yang berlandaskan hukum seperti Indonesia, pergantian kepemimpinan harus dilakukan melalui mekanisme yang sah, bukan melalui seruan yang berpotensi menimbulkan instabilitas,” kata Koordinator SIAGA 98, Hasanuddin, Kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).

Hasanuddin juga menilai bahwa ajakan tersebut tidak dapat dibenarkan sebagai bagian dari kebebasan demokratis. Hak untuk berkumpul dan menyampaikan pendapat memang dijamin oleh konstitusi, namun kebebasan tersebut memiliki batas, yakni tidak boleh mengarah pada tindakan yang merusak tatanan demokrasi itu sendiri.

Mengajak untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah di luar mekanisme konstitusi bukanlah ekspresi demokrasi, melainkan bentuk penyimpangan dari prinsip demokrasi.

Lebih jauh, SIAGA 98 berpandangan bahwa pernyataan tersebut bukanlah bentuk kritik yang sehat. Kritik dalam demokrasi seharusnya bersifat konstruktif, berbasis data, serta bertujuan memperbaiki kebijakan, bukan justru memprovokasi perpecahan atau delegitimasi pemerintahan yang sah. Kritik yang sehat memperkuat demokrasi, sedangkan narasi provokatif justru melemahkannya.

Di tengah situasi global yang tidak menentu, khususnya krisis di kawasan Timur Tengah yang berpotensi berdampak pada ekonomi dan stabilitas dunia, Indonesia justru membutuhkan persatuan nasional yang kokoh. Dalam kondisi seperti ini, energi bangsa seharusnya difokuskan pada penguatan ketahanan nasional, stabilitas ekonomi, serta solidaritas sosial, bukan pada konflik politik yang tidak produktif.

“Kami meyakini bahwa Indonesia dibawah Presiden Prabowo Subianto saat ini memiliki kapasitas dan pengalaman untuk menghadapi dinamika global tersebut, asalkan seluruh elemen bangsa menjaga persatuan dan tidak terjebak dalam narasi yang memecah belah. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap kritis, namun dalam koridor konstitusi, serta bersama-sama menjaga keutuhan bangsa dan negara,” ujarnya.(Agus).

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

​Bantah Isu Gabung Gerindra, Arif Rahman: NasDem Bukan PT Tbk, Kami Punya Mandat Rakyat

14 April 2026 - 17:02 WIB

Kinerja Jeblok, Menteri Pariwisata Didesak Masuk Kotak Reshuffle

14 April 2026 - 14:15 WIB

Di Tengah Wacana Merger Gerindra–NasDem, Nasib Anies Baswedan di 2029 di Ujung Persimpangan

14 April 2026 - 14:10 WIB

​Analisis IndexPolitica: Transformasi PKN Menuju Partai Akar Rumput

13 April 2026 - 13:28 WIB

Jawab Pengunduran Kader PKN, Denny Charter : Kami Fokus 2029

12 April 2026 - 21:23 WIB

Isu Reshuffle Menguat, Pengamat: Rencana Lama Kini Masuk Momentum yang Tepat

8 April 2026 - 16:08 WIB

Trending di Politik