Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Olahraga · 24 Jan 2024 21:44 WIB ·

Jepang Vs Indonesia Dihantui Rekor Buruk


Jepang Vs Indonesia Dihantui Rekor Buruk Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Indonesia dihantui rekor buruk di laga terakhir fase grup jelang menghadapi Jepang. Tim Garuda selalu kalah di laga terakhir grup hingga gagal lolos ke fase gugur.
Jepang vs Indonesia pada laga Grup D Piala Asia 2023 berlangsung di Stadion Al Thumama, Rabu (24/1/2024). Duel ini akan menjadi laga hidup dan mati kedua tim di Grup D.

Jepang dan Indonesia saat ini berada di peringkat kedua dan ketiga Grup D dengan poin sama yaitu tiga angka. Mereka tak boleh kalah untuk bisa mendampingi Irak lolos ke 16 besar dengan status peringkat kedua Grup D atau peringkat ketiga terbaik.

Tim Merah Putih di ujung sejarah untuk pertama kali lolos ke fase gugur Piala Asia. Namun, hal tersebut takkan mudah karena Samurai Biru merupakan unggulan utama di ajang ini.

Indonesia juga dihantui rekor buruk di laga terakhir fase grup pada keikutsertaan di Piala Asia sebelumnya. Tim Garuda selalu datang ke laga terakhir dengan peluang lolos ke fase gugur tapi selalu kalah hingga harus tersingkir.

Pada Piala Asia 1996, Indonesia menyongsong laga terakhir fase grup dengan torehan satu angka usai imbang 2-2 dengan Kuwait dan kalah 2-4 dari Korea Selatan.

Indonesia masih punya peluang lolos ke fase gugur jika menang atas Uni Emirat Arab. Namun, Ronny Wabia dkk kalah 0-2 hingga harus puas jadi juru kunci.

Uni Emirat Arab lolos sebagai juara grup dengan tujuh poin didampingi Kuwait di posisi kedua dan Korea Selatan sebagai peringkat ketiga terbaik dengan sama-sama meraih empat angka.

Situasi serupa dialami Indonesia pada Piala Asia 2000. Mereka datang ke laga terakhir dengan satu angka kembali dari hasil imbang dengan Kuwait 0-0 di laga pertama. Pada laga kedua, Indonesia dibantai China 0-4.

Pada laga terakhir Indonesia jumpa Korea Selatan. Asa ke 16 besar pupus usai kalah 0-3 dari Taeguk Warriors.

China dan Kuwait lolos ke fase gugur usai menempati peringkat satu dan dua dengan lima angka. Sementara Korea Selatan menjadi peringkat ketiga terbaik. Indonesia lagi-lagi juru kunci.

Indonesia menghadapi laga terakhir dengan kondisi lebih baik di edisi 2004. Mereka mengumpulkan tiga poin usai menang dengan 2-1 atas Qatar dan kalah 0-5 dari China.

Anak asuhan Ivan Kolev kala itu hanya butuh hasil imbang atas Bahrain di laga ketiga untuk ke 16 besar. Namun, Indonesia kembali kalah di laga terakhir grup dengan skor 1-3.

China dan Bahrain lolos ke-16 besar. Indonesia duduk di peringkat ketiga tapi hanya posisi pertama dan runner-up grup yang lolos ke fase gugur.

Optimisme tinggi untuk lolos ke 16 besar juga menyeruak di Piala Asia edisi 2007. Indonesia ke laga terakhir grup dengan tiga angka hasil menang 2-1 atas Bahrain dan kalah tipis 1-2 dari Arab Saudi.

Tim Garuda butuh imbang kala jumpa Korea Selatan di laga terakhir untuk ke-16 besar. Harapan tinggi karena Taeguk Warriors menghadapi Indonesia cuma dengan raihan satu angka dari imbang lawan Arab Saudi dan kalah dari Bahrain yang ditumbangkan Indonesia. Apalagi, Indonesia saat itu bertindak sebagai tuan rumah.

Harapan itu kembali pupus usai Bambang Pamungkas dkk kalah menyesakan 0-1 dari Korea. Arab Saudi dan Korea ke 16 besar. Langkah Indonesia harus terhenti usai duduk di peringkat ketiga dan masih tak ada status peringkat ketiga terbaik pada edisi 2007.(dts)

Daftar Rekor Laga Terakhir Indonesia di Fase Grup Piala Asia

Piala Asia 1996
Indonesia 0-2 Uni Emirat Arab

Piala Asia 2000
Indonesia 0-3 Korea Selatan

Piala Asia 2004
Indonesia 1-3 Bahrain

Piala Asia 2007
Indonesia 0-1 Korea Selatan

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemilik Dewa United Banten Dirikan Yayasan, Fokus Bantu Atlet Tanah Air yang Kesusahan

18 April 2026 - 20:44 WIB

Andra Soni: Banten Siap Jadi Tuan Rumah PON 2032 demi Dongkrak Prestasi Atlet

13 April 2026 - 13:44 WIB

Selisih Ranking FIFA Indonesia dan Vietnam Jelang Semifinal Piala AFF Jadi Sorotan

10 April 2026 - 11:40 WIB

Dony Tri Termotivasi Dorongan Calvin Verdonk Tembus Liga Eropa

2 April 2026 - 13:12 WIB

Peluang Terbuang Sia-sia, AC Milan Gagal Manfaatkan Momentum Saat Inter di Atas Angin

16 Maret 2026 - 14:17 WIB

Wayne Rooney: Tottenham Harus Bangun dan Keluar dari Tren Negatif Sekarang

13 Maret 2026 - 16:04 WIB

Trending di Olahraga