Menu

Mode Gelap
Seorang Pengendara Motor Tewas Usai Terperosok Kedalam Got Operasi Patuh Jaya 2024 Mulai Digelar di Tangerang Puskesmas Karawaci Baru Memperluas Pelayanan Kesehatan, Dengan Posyandu Integrasi Layanan Primer Lomba TNG Child Fest 2024 Dipastikan Tetap Berlangsung DKP Kota Tangerang Buka Layanan Kastrasi Gratis, Untuk Kucing Jantan Domestik

Politik · 4 Des 2023 11:00 WIB ·

Ada Tiga Alasan Mendukung Anies Baswedan


Ada Tiga Alasan Mendukung Anies Baswedan Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Tiga calon presiden yang akan bertarung di Pemilu 2024, Anies Baswedan merupakan calon yang paling tidak diperhitungkan. Bahkan beberapa lembaga survei menempatkannya di urutan buncit, dengan jarak suara yang cukup jauh dari dua kontestan lainnya.

Menurut Luthfi Assyaukanie, akademisi dari Universitas Paramadina menyebut Anies merupakan sosok yang paling tidak diminati penguasa. Termasuk Presiden Jokowi tidak sekalipun menyebut nama Anies ketika dia bicara tentang calon presiden dalam berbagai pidatonya.

“Baru belakangan, setelah Anies definitif menjadi bakal calon presiden, Jokowi mulai menyebutnya,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Namun menurut salah satu pendiri Jaringan Islam Liberal (JIL), ini ditengah pengendapan sosok Anies, masih ada Partai NasDem di bawah nakhoda Surya Paloh dengan berani mencalonkan Anies untuk maju di Pilpres 2024 berpasangan dengan Ketum Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Muhaimin Iskandar yang mengusung slogan AMIN.

“Ini sebagai sebuah terobosan bagi demokrasi Indonesia. Di tengah hasrat penguasa untuk hanya meloloskan “orang-orang dekatnya” saja, kehadiran Anies menjadi alternatif yang segar,” terangnya.

Karenanya kata Luthfi, setidaknya ada tiga alasan mengapa harus mendukung Anies dan menginginkannya memimpin negeri ini.

Pertama, menaruh harapan pada perubahan. Dari ketiga calon yang ada, hanya Anies yang paling jelas mengusung visi perubahan.

“Tidak mungkin saya mengharapkan perubahan dengan tetap mengusung visi Jokowi, yang pasti bakal diteruskan oleh Ganjar atau Prabowo,” ujar Luthfi.

Anies adalah orang yang paling jauh dari lingkaran Jokowi. Dua calon lainnya berada di bawah bayang-bayang sang presiden.

“Sulit mengharapkan perubahan dari mereka,” imbuh Luthfi.

Pertanyaannya, apa yang harus diubah? Jawabannya jelas, kondisi buruk yang dialami sekarang sejak Jokowi berkuasa, demokrasi dan kebebasan terus mengalami kemunduran.

Selama Jokowi berkuasa, ada banyak orang dikriminalisasi dan dipenjara, baik karena bersikap kritis kepada pemerintah maupun karena menyatakan sikap yang berbeda.

Kedua, menginginkan Indonesia menjadi negara besar yang dipandang dunia. Bukan hanya dihormati karena pencapaian pembangunannya, tapi juga karena kehadirannya di pentas politik global.

Sebagai negara dengan populasi besar, Indonesia kurang memainkan perannya di panggung internasional.
Tidak ada kandidat yang lebih fasih berbicara di forum-forum internasional selain Anies Baswedan.

“Saya tidak yakin Ganjar bisa memainkan peran ini. Prabowo mungkin bisa, tapi mengingat usia dan kondisi fisiknya, dia bukanlah orang yang tepat,” jelasnya.

Ketiga, ingin melihat polarisasi dan keterbelahan dalam masyarakat kita berakhir, atau setidaknya berkurang.

Selama 10 tahun terakhir, politik kita dijejali perdebatan yang tidak sehat. Salah satu sebabnya karena adanya pengerasan dari dua kelompok anak bangsa. Polarisasi terjadi karena ada dua kubu saling menimpali. It takes two to tango.

Menyalahkan polarisasi hanya kepada kelompok kanan (Islam) sambil terus merasa benar sendiri bukanlah tindakan bijak. Kelompok kanan adalah bagian dari pembentuk bangsa ini.

“Harus ada strategi nasional bagaimana mengatasi konservatisme yang intoleran. Bukan dengan cara memusuhinya, tapi dengan merangkulnya dan memberikannya ruang untuk dialog. Intoleransi tidak bisa diselesaikan dengan cara-cara intoleran,” tutupnya.(ali)

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Soma Atmaja Jabat Plh Sekda

16 Juli 2024 - 11:03 WIB

Komisi I Tanggapi Insiden Penembakan Capres Donald Trump, Kekerasan Politik Tak Dapat Ditoleransi

15 Juli 2024 - 14:06 WIB

Kawal Pilkada Serentak yang Berkualitas, KPU Tangkot Libatkan Ormas

15 Juli 2024 - 13:49 WIB

Pilar Imbau Warga Sukseskan Pemutakhiran Data Pemilih, Usai Di coklit

15 Juli 2024 - 11:25 WIB

Golkar Usung Bos Jalan Tol

12 Juli 2024 - 10:28 WIB

Demokrat Tetap Ngotot Usung Heru Budi

11 Juli 2024 - 10:16 WIB

Trending di Politik