Menu

Mode Gelap
Hotel Santika Premiere Bintaro hadirkan Sensasi Kuliner Lezat di Bulan Mei 2024 Sarwendah Somasi Lima Akun Tik Tok Kevin Sanjaya Mundur dari Pelatnas Serikat Perusahaan Pers (SPS) Tolak Draft RUU Penyiaran, Minta DPR Tinjau Ulang Shin Tae-yong Siap Perpanjang Kontrak dengan PSSI Hingga 2027

Daerah · 2 Des 2023 17:28 WIB ·

Langkah Heru Diapresiasi Pengamat Kebijakan Publik UI, Soal Memberi Peluang ASN untuk Meniti Karir di Pemerintahan


Langkah Heru Diapresiasi Pengamat Kebijakan Publik UI, Soal Memberi Peluang ASN untuk Meniti Karir di Pemerintahan Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Pengamat kebijakan publik Universitas Indonesia (UI) Lisman Manurung, Ph.D memuji langkah Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono yang memberikan peluang karir kepada anak buahnya di pemerintahan. Kepala Sekretariat Presiden RI itu menawarkan aparatur sipil negara (ASN) yang ingin meniti karir lebih cepat dengan penugasan di Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur.

Lisman mengingatkan, suatu kesuksesan hakikatnya diraih dengan perjuangan yang cukup panjang, bukan proses yang instan. Sebagai contoh, ASN yang awalnya berstatus staf biasa, perlahan naik jabatan memimpin lima orang, 10 orang, hingga ratusan atau ribuan orang di lembaga tertentu.

“Menjadi ASN itu mencari pekerjaan dengan tingkat kepastiannya yang kuat untuk masa mendatang, sehingga fokusnya bukan sekarang. Rata-rata ASN yang sukses itu adalah mereka yang bersedia bersusah-susah dahulu seperti tentara, baru bersenang-senang kemudian,” kata Lisman pada Jumat (1/12/2023).

Lisman menganalogikan, seorang aparat negara perwira tinggi (pati) berpangkat jenderal yang awal karirnya adalah berpangkat perwira pertama (pama). Mereka ditempa mengikuti arahan dan perintah pimpinannya, dan secara perlahan karirnya meroket seiring dengan prestasi yang diraihnya.

“Pak Heru sebetulnya menceritakan bagaimana mestinya pelayan publik itu menyikapi tugasnya, bukan seperti bisnis. Saya juga PNS, dan saya sudah tahu pahit-pahitnya dari asisten (dosen) tidak punya uang, segala macam,” jelas dosen pasca sarjana di Universitas Indonesia (UI) ini.

Menurut dia, ASN yang bertugas di IKN harus melihat hal ini bukan sebagai hambatan, tetapi sebuah tantangan dalam pengembangan diri. Mereka bisa mengembangkan potensi yang dimilikinya di wilayah yang baru dibuat oleh pemerintah pusat.

Selain itu, penataan dan pengembangan IKN yang digagas Presiden RI Joko Widodo juga tidak main-main karena menelan anggaran Rp 500 triliun lebih. Meski saat ini menjadi daerah pelosok, Lisman meyakini di masa mendatang pengembangan IKN di Kalimantan Timur akan sama baiknya seperti di Pulau Jawa.

“UI dulu dipindah ke Kota Depok (sebelumnya Jakarta), waktu dipindah itu banyak yang ribut karena tidak mau, dan segala macam. Orang yang pintar, mereka membeli tanah di Depok, dan sekarang mereka happy-happy saja karena harga tanah sudah mahal,” ungkapnya.

Lisman menilai, Heru juga tak memaksakan kehendak para ASN Jakarta untuk pindah ke IKN. Hanya saja, para ASN yang tetap berada di Jakarta harus siap bersaing sengit antarsesama pegawai untuk meniti karir di pemerintahan daerah.

“Kalau tidak mau pindah, yah bersiap saja bertanding begitu beratnya di sini dengan orang-orang yang sudah mapan. Sementara di sana terbuka peluang untuk mengabdikan diri, dan kemudian direspon oleh pimpinan bahwa Anda sudah melakukan sesuatu yang bisa membawa Anda ke atas (meraih jabatan lebih tinggi),” paparnya.

“Pimpinan-pimpinan itu sudah tahu potensi yang dimiliki karena mereka kan juga awalnya dari bawah (PNS) biasa,” sambungnya.

Lisman juga menanggapi stigma di masyarakat dari penawaran yang Heru sampaikan kepada anak buahnya itu. Diketahui, tawaran Heru dinarasikan bahwa IKN menjadi tempat ‘buangan’ ASN dalam meniti karir.

“Ini kan menerangkan sesuatu yang memang belum ada evidence-nya (buktinya), seberapa banyak sih orang yang benar-benar tidak bersedia pergi ke sana. Saya kira banyak yang bersedia ke sana, itu kan baru rumor coba misalnya ditawarkan, berangkat ke sana dengan fasilitas yang diberikan,” tuturnya.

“Yah pasti banyak yang ngikut, atau dikasih tahu bagi yang tidak berangkat ke sana, tidak diberikan peluang yang lebih baik dibanding mereka yang berangkat,” pungkasnya.(hab/hmi)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Penyelenggaraan World Water Forum di Bali Buka Probabilitas Investasi

15 Mei 2024 - 12:25 WIB

Ketua PAC PP Belawan Minta Pemerintah Tutup Aktivitas Depo Peti Kemas PT Jaya Industri Utama

14 Mei 2024 - 12:29 WIB

Masyarakat Diajak Sukseskan CFD

13 Mei 2024 - 09:42 WIB

Pemprov Banten Tempatkan Pengelolaan Seluruh RKUD di Bank Banten

6 Mei 2024 - 12:56 WIB

Berani Beda: SMA-SMK Mulia Buana Gelar Wisuda Mewah, Meski Kemendikbudristek Sebut Tak Wajib

2 Mei 2024 - 08:09 WIB

Penanganan Kawasan Kumuh Diminta Diselesaikan dengan Multi Fungsi

30 April 2024 - 09:44 WIB

Trending di Daerah