Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 19 Mei 2026 15:19 WIB ·

Mendagri Tito Ingatkan Pemda Waspada Dampak Geopolitik Global


Mendagri Tito Ingatkan Pemda Waspada Dampak Geopolitik Global Perbesar

JAKARTA I Harian Merdeka

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, meminta pemerintah daerah untuk waspada terhadap dampak geopolitik global terhadap stabilitas ekonomi, dan harga di daerah dan terus melakukan pemantauan langsung di lapangan.

Mendagri Tito Karnavian mengapresiasi capaian positif inflasi nasional pada April 2026 yang berhasil dijaga pada level 2,42 persen secara tahunan (year on year).

“Kita masih bersyukur bahwa inflasi year on year masih di angka 2,42 persen di bulan April, namun bulan Mei ini kita harus mengamati betul perkembangan dari dampak terutama kenaikan harga minyak dan juga kurs mata uang,” kata Tito Karnavian melalui keterangan resmi, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi 2026 yang dirangkaikan dengan pembahasan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Pengawasan Obat dan Makanan di Jakarta,, Senin (18/5/2026).

Mendagri Tito menyampaikan, capaian inflasi Indonesia saat ini masih tergolong sangat terkendali jika dibandingkan dengan sejumlah negara lain, yang menghadapi tekanan inflasi ekstrem akibat gejolak ekonomi global.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan efektivitas langkah pengendalian inflasi yang selama ini dijalankan secara terkoordinasi oleh pemerintah pusat dan daerah. “Ada negara yang sudah mencapai 612 persen, bayangkan semua harga barang dan jasa naik 6 kali lipat, sementara kita di angka 2,42 yang berarti inflasi terkendali,” ujarnya.

Mendagri juga memaparkan bahwa sektor transportasi menjadi penyumbang inflasi bulanan tertinggi pada periode ini.

Sementara itu, kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau justru relatif stabil dan berkontribusi sebagai faktor penyeimbang dalam menjaga tekanan inflasi tetap terkendali.

Sebagai langkah antisipatif, mendagri meminta pemda, terutama wilayah dengan tingkat inflasi di atas target seperti Papua Barat dan Aceh, untuk segera menuntaskan persoalan distribusi pangan.

Hal itu khususnya terkait komoditas cabai merah yang masih menjadi salah satu faktor pemicu kenaikan harga di sejumlah daerah. “Sekali lagi kita amati betul dampak dari kenaikan barang dan jasa di daerah masing-masing, konsekuensi dari selain hal-hal yang rutin, tapi terutama kenaikan harga minyak global serta fluktuasi kurs mata uang,” tutur Mendagri. (Agus).

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dewan Pers Kecam Tentara Israel Tangkap Jurnalis Indonesia, Pemerintah Harus Tegas

19 Mei 2026 - 15:16 WIB

Pertama di Indonesia, Kantor PJR Polda Sulbar Jadi Percontohan Nasional

19 Mei 2026 - 15:10 WIB

Sidak ke BEI, Sufmi Dasco Ahmad Pastikan Keamanan Investor Pasar Modal

19 Mei 2026 - 14:57 WIB

Prabowo Apresiasi Polri Inovasi di Sektor Pangan dan Energi

19 Mei 2026 - 11:06 WIB

Perkuat Udara Indonesia, Presiden Prabowo Serahkan Jet Rafale ke TNI AU

18 Mei 2026 - 15:13 WIB

Badan Bank Tanah Targetkan Kelola 70.000 Hektare Lahan di 2026

18 Mei 2026 - 15:08 WIB

Trending di Nasional