Menu

Mode Gelap
Hotel Santika Premiere Bintaro hadirkan Sensasi Kuliner Lezat di Bulan Mei 2024 Sarwendah Somasi Lima Akun Tik Tok Kevin Sanjaya Mundur dari Pelatnas Serikat Perusahaan Pers (SPS) Tolak Draft RUU Penyiaran, Minta DPR Tinjau Ulang Shin Tae-yong Siap Perpanjang Kontrak dengan PSSI Hingga 2027

Daerah · 21 Okt 2023 18:44 WIB ·

Menteri LHK : 48 Perusahaan Terlibat Kasus Karhutla


Siti Nurbaya Bakar Perbesar

Siti Nurbaya Bakar

YOGYAKARTA | Harian Merdeka

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengklaim kementeriannya telah menyegel puluhan perusahaan perkebunan yang terlibat kasus kebakaran hutan atau lahan (karhutla).

Menteri LHK Siti Nurbaya menuturkan, kementeriannya melalui Ditjen Gakkum telah melakukan penyegelan terhadap setidaknya ada 48 perusahaan yang melakukan praktek membuka lahan lewat pembakaran lahan.

Lanjut Siti, masih ada sekitar 230 hingga 260 perusahaan lainnya yang kena tegur kementeriannya. Kendati, Ia tak merinci bentuk-bentuk pelanggaran yang dilakukan ratusan perusahaan tersebut.

“Yang sedang kita waspadai adalah kebakaran yang orang ngebuka lahan, dia dapat izin baru misalnya tahu-tahu dia bakar aja itu supaya bisa nanam sawit, nah itu yang sekarang lagi ditangani,” ujar Siti di UGM, Sleman, DIY, Jumat (20/10/2023).

Siti berujar, perusahaan yang kena segel maupun tegur oleh kementeriannya tersebar lokasinya. Paling banyak di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

“Ya daerahnya itu-itu aja lah, lagi kita beresin,” jelasnya.

Ia menekankan, upaya tegas itu dilakukan sebagai langkah pemerintah mengantisipasi dan meminimalisir kejadian kebakaran hutan atau lahan (karhutla) yang memicu pemburukan kualitas udara hingga memunculkan kabut asap.

Kementerian LHK sendiri mencatat sekitar tujuh ribuan titik panas atau hot spot di seluruh Indonesia berdasarkan hasil pendataan termutakhir tahun ini.

Titik panas merupakan indikator karhutla yang terdeteksi dari suatu lokasi, dengan suhu relatif tinggi dibandingkan dengan suhu di sekitarnya.

“Sekarang kan record-nya baru sekitar tujuh ribuan,” papar Siti.

Melihat data itu, Siti pun mengaku heran dengan kondisi buruknya kualitas udara hingga banyaknya kejadian kabut asap sekarang ini yang dipicu kejadian karhutla.

Sementara, lanjutnya, dibandingkan 2015 dulu jumlah titik panas di Indonesia sekarang ini masih kalah jauh. Delapan tahun lalu, menurut dia, rekornya menembus 70 ribuan titik panas.(fik/cnn/hmi)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Penyelenggaraan World Water Forum di Bali Buka Probabilitas Investasi

15 Mei 2024 - 12:25 WIB

Ketua PAC PP Belawan Minta Pemerintah Tutup Aktivitas Depo Peti Kemas PT Jaya Industri Utama

14 Mei 2024 - 12:29 WIB

Masyarakat Diajak Sukseskan CFD

13 Mei 2024 - 09:42 WIB

Pemprov Banten Tempatkan Pengelolaan Seluruh RKUD di Bank Banten

6 Mei 2024 - 12:56 WIB

Berani Beda: SMA-SMK Mulia Buana Gelar Wisuda Mewah, Meski Kemendikbudristek Sebut Tak Wajib

2 Mei 2024 - 08:09 WIB

Penanganan Kawasan Kumuh Diminta Diselesaikan dengan Multi Fungsi

30 April 2024 - 09:44 WIB

Trending di Daerah