Menu

Mode Gelap
Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi Isra Miraj Jadi Momentum Pertobatan Ekoteologis, Menag Ajak Umat Berhenti Merusak Alam

Politik · 31 Okt 2023 10:44 WIB ·

Naikkan Elektabilitas Ganjar – Mahfud, PDIP Terapkan Metode ‘door to door’


Politisi PDIP Aria Bima. (ant) Perbesar

Politisi PDIP Aria Bima. (ant)

JAKARTA | Harian Merdeka

Untuk menaikkan elektabilitas Ganjar Pranowo-Mahfud MD khususnya di Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta yang dari sejumlah hasil survey berada diposisi terbawah dibanding dua pasangan Capres Cawapres lainnya, PDIP akan menggunakan metode dari pintu ke pintu, (door to door).

“Langkah kami tetap, ya, menaikkan popularitas Ganjar-Mahfud dengan door-to-door dan man-to-man semua kekuatan (partai dan relawan); bagaimana bisa langsung masuk ke elemen penting di tingkat bawah, yaitu rumah ke rumah,” kata politisi PDIP Aria Bima di Jakarta, kemarin.

Dia pun menanggapi santai hasil survei beberapa lembaga yang menunjukkan elektabilitas Ganjar-Mahfud kurang di tiga daerah tersebut.

Menurut Aria Bima, partai-partai koalisi pengusung dan pendukung Ganjar-Mahfud telah memiliki strategi dalam memenangi Pemilu Serentak 2024.

Kemudian, lanjutnya, langkah lain adalah mempertinggi preferensi untuk membangun narasi publik yang positif melalui berbagai media, sehingga rakyat semakin kenal terhadap Ganjar-Mahfud.

Langkah itu pun dibarengi dengan kampanye program yang sudah disiapkan Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud.

“Kampanye program yang benar-benar tidak hanya sekadar janji, namun sikap kedua tokoh kami adalah bagaimana penindakan masalah korupsi dan penegakan hukum,” jelasnya.

Aria Bima menilai keunggulan program Ganjar-Mahfud dalam penindakan masalah korupsi dan penegakan hukum dapat meningkatkan elektabilitas pasangan tersebut di wilayah Jawa Barat dan Banten.

Dia juga percaya bahwa mayoritas rakyat Indonesia menginginkan adanya langkah konkret dalam pemberantasan korupsi.

“Rakyat butuh pemimpin yang bebas, antikorupsi, dan tentu narasi-narasi yang lebih religius. Itu menjadikan suatu cara kami menjelaskan melalui berbagai pola supaya bisa lebih masuk,” katanya.

Dia menjelaskan Ganjar-Mahfud sangat perhatian dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi karena kedua persoalan itu sudah pada tingkat yang akut.

“Saya percaya dengan pemberantasan korupsi dan penegakan hukum, kantong rakyat akan nambah, dan itu namanya sejahtera,” ujarnya.(hab/jr)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Agenda Diplomasi di AS, Prabowo Bertemu Trump Bahas Kolaborasi Dua Negara

18 Februari 2026 - 13:56 WIB

Survei Indikator Politik: Kepuasan Publik terhadap Dedi Mulyadi Tembus 95,5 Persen

18 Februari 2026 - 13:38 WIB

Denny Charter: KKN Tak Lagi Tersembunyi, Kini Jadi Mekanisme Legal

18 Februari 2026 - 13:19 WIB

Masuk Tahun Kedua, Mualem–Dek Fad Didesak Rombak Birokrasi Aceh

18 Februari 2026 - 13:05 WIB

ICW Ingatkan Publik soal Riwayat Pelemahan UU KPK di Era Jokowi

18 Februari 2026 - 13:03 WIB

DPR RI Minta Pemerintah Pusat Tanggap Tangani Korban Banjir Lebak Gedong

16 Februari 2026 - 17:23 WIB

Trending di Daerah