Menu

Mode Gelap
Kalangan Industri Keberatan Penerapan KTR di Jakarta Bapanas: Beras Alami Deflasi ASDP Percepat Pengerahan KMP Jatra 1 PSI Buka Rekrutmen Terbuka bagi Tokoh dan Anak Muda yang Berminat Terjun ke Politik Pemerintah Aceh Ajukan Permohonan Bantuan ke UNDP dan UNICEF untuk Penanganan Pascabencana

Olahraga · 6 Okt 2023 13:34 WIB ·

PBSI, Rekor Terburuk Asian Games


Antony Ginting Perbesar

Antony Ginting

HANGZHOU | Harian Merdeka

PBSI menargetkan tiga emas saat berangkat ke Asian Games 2023 di Hangzhou, China. Alih-alih terwujud, kontingen Cipayung akhirnya pulang tanpa satu pun medali.

Sinyal tak mengenakkan sudah muncul sejak nomor beregu dimulai. Tim putri Indonesia takluk 0-3 dari China di perempat final, namun yang paling mengejutkan saat tim putra ikut tersingkir di fase yang sama di tangan Korea Selatan dengan skor 1-3.

Padahal, komposisi tim putra sebagian besar mirip dengan tim yang memenangi Thomas Cup pada 2021. Dua kekalahan di atas disikapi dengan tenang oleh PBSI. Indonesia bertekad menepis keraguan publik di nomor perorangan.
Apa daya, hal itu gagal terwujud. Satu per satu wakil Indonesia gugur. Ada yang di babak pertama, ada yang di babak kedua. Dari 10 wakil, Merah Putih menyisakan tiga wakil saja saat memasuki perempat final.

Mereka adalah Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di nomor ganda putra, Anthony Sinisuka Ginting di tunggal putra, dan Gregoria Mariska Tunjung di tunggal putri. Sekilas, asa membawa pulang medali masih terbuka lebar.

Sebab, jika berhasil menembus semifinal, maka medali perunggu minimal sudah didapat. Namun yang terjadi justru mengejutkan. Ketiga wakil di atas tumbang dua set langsung dari lawan masing-masing.

Untuk pertama kalinya sejak cabang bulutangkis dipertandingkan di Asian Games pada 1962, Indonesia gagal membawa pulang medali. Hasil ini juga mengulangi apa yang terjadi di Olimpiade London 2012, saat tepok bulu gagal menyumbang medali.

Kritikan publik pun mengalir deras untuk PBSI, khususnya lewat media sosial. Desakan untuk berbenah jelang Olimpiade 2024 semakin menggema. Waktu yang ada tidak banyak, dan harus digunakan sebaik mungkin agar hasil buruk di Hangzhou tak terulang di Paris.(dts/hmi)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ruben Amorim Nilai Prestasi Jadi Jawaban atas Kritik Mantan Pemain Manchester United

15 Desember 2025 - 12:28 WIB

Klasemen SEA Games 2025 Pagi Ini: Indonesia Kumpulkan 13 Emas

12 Desember 2025 - 11:55 WIB

Taekwondo Indonesia Perpanjang Tradisi Emas di SEA Games 2025

11 Desember 2025 - 13:17 WIB

Gregoria Tumbang, Indonesia Tertinggal 1-2 dari Thailand di Final Beregu Putri SEA Games 2025

10 Desember 2025 - 14:19 WIB

Real Madrid vs Manchester City: Derbynya Liga Champions

10 Desember 2025 - 12:07 WIB

Persib Waspadai Tekanan Jelang Laga Penentu Kontra Bangkok United

10 Desember 2025 - 10:47 WIB

Trending di Olahraga