Menu

Mode Gelap
Hotel Santika Premiere Bintaro hadirkan Sensasi Kuliner Lezat di Bulan Mei 2024 Sarwendah Somasi Lima Akun Tik Tok Kevin Sanjaya Mundur dari Pelatnas Serikat Perusahaan Pers (SPS) Tolak Draft RUU Penyiaran, Minta DPR Tinjau Ulang Shin Tae-yong Siap Perpanjang Kontrak dengan PSSI Hingga 2027

Daerah · 4 Nov 2023 09:41 WIB ·

Pengolahan Sampah di Kabupaten Tangerang dapat Apresiasi


Ketua Umum TP PKK Tri Tito Karnavian saat meninjau pengolahan sampah organik, kebun sehatinya PKK serta ternak ikan di Desa Pete dalam rangkaian Temu Kader PKK  se- Provinsi Banten. Perbesar

Ketua Umum TP PKK Tri Tito Karnavian saat meninjau pengolahan sampah organik, kebun sehatinya PKK serta ternak ikan di Desa Pete dalam rangkaian Temu Kader PKK se- Provinsi Banten.

TANGERANG | Harian Merdeka

Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat mengapresiasi pengolahan sampah organik 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle) yang dilaksanakan TP PKK Kabupaten Tangerang di Desa Pete, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Sampah organik itu bisa diolah menjadi kompos maupun memanfaatkan maggot BSF. Hasilnya dapat menjadi sumber protein yang bisa dimanfaatkan sebagai alternatif pakan ternak. Sementara kasgot (bekas maggot) dapat digunakan sebagai solusi alternatif subtitusi pupuk NPK.

Apresiasi itu diungkapkan Ketua Umum TP PKK Tri Tito Karnavian saat meninjau pengolahan sampah organik, kebun sehatinya PKK serta ternak ikan di Desa Pete dalam rangkaian Temu Kader PKK se- Provinsi Banten dalam rangka penguatan kelembagaan PKK dalam pemberdayaan perempuan, kemarin lalu.

Tri mengungkapkan, pengolahan sampah organik menjadi maggot ini suatu terobosan yang sangat bagus sebagai upaya penanganan masalah sampah yang tidak hanya mempunyai nilai kemanfaatan, tapi juga ada nilai tambah ekonomi yang dihasilkan.

“Saya apresiasi atas gagasan program PKK yang sangat bagus ini. Saya harap ini bisa dikembangkan lagi di tempat-tempat lainnya,” kata Tri Tito Karnavian.

Tri juga berharap agar Kebun Sehatinya PKK terus ditingkatkan. Tidak hanya ditanami jenis cabai-cabaian, tapi juga berbagai jenis sayuran yang bisa bermanfaat dalam rangka penanganan stunting.

“Ini harus terus dikembangkan supaya tidak hanya dimanfaatkan bagi kader PKK, tapi juga bagi masyarakat sekitar, serta usahakan mereka dilibatkan dalam program ketahanan pangan ini. Atau mungkin masyarakat bisa mengembangkan secara mandiri di rumahnya masing-masing,” ucapnya.

Tri mencontoh, masyarakat bisa membuat kolam lele di rumahnya masing-masing secara mandiri. Sehingga kebutuhan protein anak-anak mereka tercukupi dan pada akhirnya stunting bisa kita cegah secara bergotong-royong.

“Nanti kalau saya datang lagi, kebun-kebun ini harus lebih rindang dan padat,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Tri Tito Karnavian bersama Pj Ketua TP PKK Provinsi Banten Ny. Tine Al Muktabar serta jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Tangerang berkesempatan melakukan panen sayuran di Kebun Sehatinya PKK.

Pj Ketua TP PKK Provinsi Banten Ny. Tine Al Muktabar mengungkapkan, pihaknya bersama seluruh kader dan pengurus akan mengembangkan program bank sampah ini lebih banyak lagi.

“Gerakan ini diapresiasi dan akan kita kembangkan di seluruh daerah di Provinsi Banten,” ucapnya.

Bank sampah organik ini bisa mengolah 50 tipe jenis sampah untuk diolah kembali. Sehingga sampah itu mempunyai nilai tambah ekonomi sampai Rp2 juta dalam sebulan.

TP PKK Provinsi Banten menggandeng Bank Sampah Digital dalam melakukan pengolahan sampah organik yang berasal dari rumah tangga. Kegiatan sosialisasi itu sudah dilakukan sebelumnya yang diikuti oleh hampir seluruh kader TP PKK secara virtual dan langsung dipraktikkan di tempat masing-masing.

Sedangkan untuk pelibatan masyarakat untuk menanam sayuran dan ternak ikan di rumahnya masing-masing, sudah dilaksanakan TP PKK sejak beberapa bulan lalu melalui gerakan pemanfaatan lahan pekarangan, yang saat ini di beberapa lokasi sudah merasakan manfaatnya.

“Kita juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat kaitannya dengan pengolahan makanan yang kaya protein dengan bahan yang ada di sekitar. Murah dan mudah, dan itu akan diminati oleh anak-anak kalau teknik pengolahannya bisa lebih kreatif, ” jelasnya.(hmi)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Penyelenggaraan World Water Forum di Bali Buka Probabilitas Investasi

15 Mei 2024 - 12:25 WIB

Ketua PAC PP Belawan Minta Pemerintah Tutup Aktivitas Depo Peti Kemas PT Jaya Industri Utama

14 Mei 2024 - 12:29 WIB

Masyarakat Diajak Sukseskan CFD

13 Mei 2024 - 09:42 WIB

Pemprov Banten Tempatkan Pengelolaan Seluruh RKUD di Bank Banten

6 Mei 2024 - 12:56 WIB

Berani Beda: SMA-SMK Mulia Buana Gelar Wisuda Mewah, Meski Kemendikbudristek Sebut Tak Wajib

2 Mei 2024 - 08:09 WIB

Penanganan Kawasan Kumuh Diminta Diselesaikan dengan Multi Fungsi

30 April 2024 - 09:44 WIB

Trending di Daerah