Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Internasional · 18 Okt 2023 16:19 WIB ·

Presiden IMAP UPF Indonesia: Konflik Israel-Palestina, Kutuk Keras Kekerasan Warga Sipil


Presiden IMAP UPF Indonesia: Konflik Israel-Palestina, Kutuk Keras Kekerasan Warga Sipil Perbesar

> Konferensi Perdamaian Internasional di Jakarta

 

JAKARTA | Harian Merdeka

Konferensi perdamaian internasional menyerukan kerukunan beragama, dialog, dan ketenteraman karena ketegangan berkobar di Timur Tengah. Universal Peace Federation (UPF) dan the Voice of Istiqlal (VOIST) menyelenggarakan bersama program 1 hari pada tanggal 16 Oktober 2023, di Aula Al-Fattah Masjid Istiqlal di Jakarta, Indonesia.

Sekretaris Jenderal UPF Indonesia Alfred Forno mengatakan, Tema yang diangkat pada acara ini adalah “Peran Pemerintah, Masyarakat Sipil dan Kerja Sama Lintas Agama dalam Membangun Bangsa.” Hampir 100 peserta dari kalangan politik, akademisi, dan semua tradisi agama hadir.

Program ini dimulai dengan perwakilan dari enam agama menuangkan air ke dalam satu mangkuk yang melambangkan upaya bersama mereka untuk mencapai perdamaian.

Prof.Dr.K.H. Nasaruddin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal, memanjatkan doa, dan kemudian menyambut kedatangan para delegasi.

Beliau menyoroti kerja lintas agama yang luas dari Masjid Istiqlal dan berbicara tentang terowongan bawah tanah yang baru dibuka yang menghubungkan Masjid dengan gereja katedral tertua di Indonesia. Terowongan Silaturahmi atau Terowongan Persahabatan melambangkan kerja sama dan persaudaraan antaragama karena Istiqlal merangkul semua tradisi agama. “Istiqlal tidak hanya diperuntukkan bagi umat Islam,” kata Imam Besar Istiglal, Prof.Dr.K.H. Nasaruddin Umar.,

“Tetapi juga untuk semua orang tanpa memandang latar belakang agama mereka,” lanjut Imam Besar.

Penyandang kedua, UPF, adalah jaringan individu dan organisasi internasional dan lintas-agama yang berdedikasi untuk mencapai perdamaian dunia. Didirikan oleh Dr. Hak Ja Han Moon dan mendiang suaminya Dr. Sun Myung Moon. Dua asosiasi UPF menjadi bagian dari acara ini, Asosiasi Internasional Anggota Parlemen untuk Perdamaian dan Asosiasi Lintas-agama untuk Perdamaian dan Pembangunan.

Sebagai NGO yang berstatus konsultatif umum dengan Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa, UPF mendukung karya Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya di bidang bangun-damai antaragama, pendidikan perdamaian, dan penguatan perkawinan dan keluarga dengan program kegiatan di lebih dari 150 negara.

Ketua UPF Asia Pasifik adalah Hon. Ek Nath Dhakal, dua kali menjabat menteri pemerintahan dari Nepal. Dalam pesan utamanya, beliau mencatat bahwa di dunia saat ini terdapat konflik dan terorisme dalam politik, masyarakat, ekonomi, budaya, dan bahkan dalam agama. Akibatnya, nilai-nilai inti bersama semakin terkikis.

Beliau kemudian menyerukan tindakan dengan mengatakan, “Komunitas global harus bersatu untuk mendukung demokrasi dan institusi-institusinya sambil mengutuk segala bentuk terorisme melalui upaya terpadu.”

Para pembicara utama adalah sebagai berikut: Hon. Yasril A. Baharuddin, Ketua Asosiasi Internasional Anggota Parlemen untuk Perdamaian – Indonesia; Amb. K.H. Abdul Wahid Maktub, mantan Duta Besar Indonesia dan Ketua Jaringan Indonesia Maju; Hon. Dave Laksono, Anggota DPR RI; Prof. Dr. Alwi Shihab, mantan Menteri Luar Negeri Indonesia dan Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah dan Organisasi Kerja Sama Islam; dan Pres. Masaichi Hori, Presiden, Federasi Keluarga untuk Unifikasi dan Perdamaian Dunia dan Unifikasi Asia Pasifik.

Sementara itu Presiden International Media Association for Peace (IMAP) UPF Indonesia, Mercys Charles Loho mengatakan, para pembicara dan peserta dalam dialog ini menyampaikan keprihatinan yang semakin besar terkait konflik Israel dan Palestina. Mereka mengutuk kekerasan yang terjadi terhadap warga sipil, mendesak aktor-aktor penting untuk memberikan bantuan darurat kepada semua warga sipil, dan segera melakukan gencatan senjata.

Diketahui dalam acara tersebut, digelar, dua sesi dan pada sore harinya, masing-masing bertajuk: “Landasan Bersama untuk Kerukunan Beragama, Keamanan dan Perdamaian Abadi” dan “Forum Pemuda Lintas Agama untuk Perdamaian dan Kerukunan.” (hmi)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Aksi Heroik PMI Selamatkan Lansia di Korsel, Sugianto Dapat Apresiasi dan Bertemu Presiden

2 April 2026 - 15:12 WIB

PDIP Nilai Pemerintah Berupaya Kembalikan Politik Luar Negeri ke Prinsip Awal

30 Maret 2026 - 18:03 WIB

Presiden Prabowo Subianto Bertolak ke Jepang, Dijadwalkan Bertemu Kaisar Naruhito

30 Maret 2026 - 17:53 WIB

Presiden Prabowo Pimpin Taklimat Nasional: Fokus pada Stabilitas dan Keamanan Geopolitik Global

10 Maret 2026 - 13:40 WIB

Bentuk Solidaritas Internasional, PSI Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Pemimpin Iran

9 Maret 2026 - 13:11 WIB

Langkah Diplomasi Prabowo: Pakistan dan UEA Beri Sinyal Positif untuk Mediasi Konflik Iran

6 Maret 2026 - 15:38 WIB

Trending di Internasional