Menu

Mode Gelap
Kantor JMSI Daerah Jadi Tempat Pendaftaran Mahasiswa Baru SiberMu Jessica Iskandar Umumkan Kehamilan Anak Ketiga Helmy Halim : PKS Punya Cerita Dalam Hati Berhasil Gebuk Mafia Tanah, Menteri AHY Tuntaskan Pengembalian Sertipikat Tanah Keluarga Nirina Zubir Singapore Open 2024: Jonatan Christie Tersingkir

Nasional · 4 Nov 2023 09:31 WIB ·

Waspada Cacar Monyet


Illustrasi Monkey Pox Perbesar

Illustrasi Monkey Pox

JAKARTA | Harian Merdeka

Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti kenaikan jumlah kasus penyakit cacar monyet atau monkeypox (Mpox) di Indonesia. Untuk itu, ia mendorong Pemerintah untuk memperluas jangkauan tracing sebagai bentuk tindakan preventif penularan cacar monyet.

“Dengan memperluas jangkauan tracing, kita dapat melakukan tindakan pencegahan sebelum penularannya meluas. Karena, pasien positif sudah mulai mengalami kenaikan,” kata Puan, Jumat (3/11/2023).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 1 November 2023, sudah ada 29 kasus terkonfirmasi cacar monyet atau monkey fox (Mpox) di Indonesia. Rinciannya adalah 23 kasus terdapat di DKI Jakarta, satu kasus berasal dari Bandung, Jawa Barat, dua kasus berada di Tangerang Selatan, dua kasus di Kabupaten Tangerang dan satu kasus di Kota Tangerang, Banten.

Seluruh pasien terkonfirmasi cacar monyet adalah laki-laki dengan rentang usia 18 hingga 49 tahun. Berkaca dari data tersebut, Puan mendorong tim tracing untuk melihat masa inkubasi atau interval dari infeksi hingga timbulnya gejala cacar monyet yang biasanya mulai dari 6 hingga 13 hari meski dalam beberapa kasus, masa inkubasi bisa lebih lama hingga 21 hari.

Melalui perluasan tracig, kata Puan. Pemerintah dapat memberikan respons cepat apabila ada yang terkonfirmasi terpapar cacar monyet sehingga dapat langsung diisolasi. “Ini juga merupakan langkah awal pencegahan meluasnya kasus cacar monyet,” tuturnya.

Puan pun menjelaskan, upaya tracing juga perlu dilakukan di lingkungan pasien yang dinyatakan positif monkeypox untuk mencegah adanya satu daerah terpapar virus tersebut. Hal ini berkaca pada kasus penyebaran virus Covid-19 lalu.

“Harus dikuatkan pada surveilans epidemiologi di daerah. Penyebar awalnya dari mana itu harus di-tracing. Kita belajar banyak dari Covid-19, dan seharusnya sudah bisa lebih siap menghadapi penyebaran penyakit,” jelas Puan.

Menurut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI ini, perluasan jangkauan tracing juga dapat membantu sebagai indikator apakah pasien cacar monyet perlu diisolasi atau cukup hanya dengan perawatan jalan saja. Namun Puan menekankan hal tersebut harus berdasarkan observasi mendalam.

“Dengan tracing yang ketat dan melalui pendampingan tim medis ini akan menjadi upaya preventif kita dalam menangkal penyebaran virus cacar monyet di Indonesia,” ungkapnya.

Dengan adanya langkah yang tepat, Puan berharap virus cacar monyet bisa diidentifikasi dengan cepat dan ditanggulangi sesuai prosedur.

“Saya mendorong Pemerintah pusat dan daerah bersinergi membentuk tim tracing awal sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit ini. Kita jangan sampai terlambat mengantisipasi masalah kesehatan masyarakat,” tegas Puan.(hab)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kantor JMSI Daerah Jadi Tempat Pendaftaran Mahasiswa Baru SiberMu

30 Mei 2024 - 19:39 WIB

Berhasil Gebuk Mafia Tanah, Menteri AHY Tuntaskan Pengembalian Sertipikat Tanah Keluarga Nirina Zubir

30 Mei 2024 - 15:31 WIB

Penetapan UKT di Kampus Harus Kedepankan Asas Keadilan dan Inklusivitas

22 Mei 2024 - 12:55 WIB

Himbauan Pj Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya Terkait Kesiapan World Water Forum ke-10

19 Mei 2024 - 14:19 WIB

Aparat Keamanan Pastikan Pelaksanaan WWF di Bali Berjalan Aman

18 Mei 2024 - 14:22 WIB

Indonesia Gugah Kesadaran Dunia Dalam World Water Forum

17 Mei 2024 - 13:33 WIB

Trending di Nasional