Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Jakarta · 2 Okt 2024 15:35 WIB ·

20 Oktober, Rakyat Bersatu Adili Jokowi


20 Oktober, Rakyat Bersatu Adili Jokowi Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Ratusan tokoh dan elemen masyarakat menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) diadili. Hal itu dilakukan lantaran selama 10 tahun menjabat, Jokowi dianggap banyak melakukan kesalahan.

Tuntutan itu disampaikan pada acara “Silaturahmi Antar Tokoh dan Elemen Perubahan Jelang 20 Oktober 2024” di kawasan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta,  Selasa (1/10).

Kegiatan yang diinisiasi kritikus politik Faizal Assegaf, itu mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu saat 20 Oktober mendatang. “Tanggal 20 Oktober rakyat bersatu mengadili Jokowi,” ujar Faizal, dikutip laman disway id.

Di jelaskan Faizal, selama Jokowi memimpin Indonesia banyak terjadi persoalan. Satu diantaranya disintegrasi bangsa. Faisal mengatakan Jokowi sengaja mengkotak-kotakan masyarakat.

Pun demikian, lanjut Faizal, hal itu berakhir seiring jalan berakhirnya masa kepemimpinan mantan Wali Kota Solo itu. “Dalam satu dekade anak bangsa dicerai-berai, elemen bangsa terjebak dalam kotak-kotak politik rezim Jokowi. Tapi, hari ini kita buktikan dari semua elemen bangsa, tokoh-tokoh yang konsisten memperjuangkan keadilan berkumpul di sini,” imbuhnya.

Kesalahan Jokowi lainnya adalah mendorong keluarganya untuk menjadi pemimpin berikutnya, baik di tingkat daerah maupun nasional. Ia menilai hal itu wujud praktik nepotisme dari Jokowi.

“Ini adalah kesan yang kuat kepada Istana bahwa dalam bernegara tidak boleh ada satu keluarga yang merasa superior. Jangan merasa superior, jangan merasa paling hebat,” tuturnya.

Menurut Faizal, acara ini merupakan konsolidasi gelombang pertama. Pada tanggal 14 Oktober 2024, mereka akan berkumpul kembali dalam rangka gagasan dan tuntutan yang sama.

Selain itu, saat pelantikan presiden dan wakil baru atau seusainya, mereka juga berencana berkumpul menuntut penegak hukum seperti KPK, guna mengadili Jokowi.

“Dengan semangat ini kita pastikan tanggal 20 Oktober nanti hak rakyat untuk mengadili rezim Jokowi,” jelas dia.

Hadir dalam kegiatan itu sejumlah tokoh, diantaranya mantan Ketua MPR RI Amien Rais, pakar hukum tata negara Refly Harun, mantan KSAL Laksmana (Purn) Slamet Soebijanto, dan eks Ketua KPK Abraham Samad. Lalu Said Didu, Anthony Budiawan, jurnalis Rahma Sarita, dr. Tifa, mantan juru bicara Gus Dur, Adhie Massardi, Roy Suryo, Alip Purnomo, dan lainnya.(jr)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tragedi Kecelakaan KA di Bekasi, Prabowo Pastikan Perkuat Sistem Perlintasan Kereta Api

29 April 2026 - 12:13 WIB

Jamintel Kejagung Luncurkan JAGAIN Guna Hapus Diskriminasi Atlet

29 April 2026 - 11:33 WIB

Desak Menhub dan Dirut KAI Mundur, dr Ali Mahsun ATMO: Ini Soal Nyawa dan Keselamatan, Tragedi Anggrek-KRL Bekasi

29 April 2026 - 11:30 WIB

Evaluasi Tragedi Bekasi, AHY Fokus Pastikan Seluruh Penumpang Benar-Benar Aman

29 April 2026 - 11:27 WIB

Menteri Hukum RI Bertemu Firman Jaya Daeli, Bahas Penguatan Negara Hukum Indonesia

28 April 2026 - 16:50 WIB

Presiden Prabowo dan Menhub Dudy Jenguk Korban Kecelakaan KA di Bekasi Timur

28 April 2026 - 16:02 WIB

Trending di Nasional