JAKARTA | Harian Merdeka
Kontroversi pertandingan Indonesia melawan Bahrain masih berjalan. Kini giliran Timnas Bahrain yang ketar-ketir main di kandang timnas Garuda.
Sebelumnya, Bahrain mendapat serangan balasan dari suporter Indonesia yang geram saat mereka menjamu skuad asuhan Shin Tae-yong. Ini lantaran adanya tuduhan kecurangan yang dilakukan Bahrain dengan wasit yang memimpin pertandingan yang digelar pada Kamis (10/10) lalu, yakni Ahmed Al Kaf.
Pasalnya, saat laga yang harusnya selesai pada menit ke-96, pada masa injury time, wasit Ahmed Al Kaf justru tak kunjung meniupkan pluit tanda berakhirnya pertandingan. Padahal, pertandingan sudah berjalan melebihi pertambahan waktu.
Momen tersebut akhirnya membuat pemain Bahrain, Mohammed Marhoon, berhasil menjebol gawang yang dijaga Maarten Paes untuk yang kedua kalinya di menit ke-99.
Tak lama setelah gol kedua itu tercipta, Ahmed Al Kaf lalu meniup peluit panjang untuk mengakhiri pertandingan. Ia pun sempat mendapat protes dari pemain, pelatih, hingga ofisial dari tim Indonesia. Namun, tak digubris olehnya.
Alhasil, suporter dan netizen Indonesia mengamuk. Mereka mengirim serangan balasan lewat media sosial dan jejaring internet. Mereka menuliskan komentar pedas di akun-akun media sosial milih PSSI-nya Bahrain hingga AFC, mengganti informasi soal Ahmed Al Kaf di Wikipedia, hingga membuat meme dan sindiran dengan hitungan angka 90+6=99
Tak sampai di situ, bahkan sampai ada hacker yang mengubah sejumlah nama tempat di Bahrain dengan tulisan “AFC Mafia” di Google Maps.
Bahkan, Bahrain Football Association (BFA) melaporkan, jika ada beberapa upaya peretasan ke situs resmi mereka dan didugan aksi tersebut dilakukan oleh pengguna Indonesia.
Setelah kembali mendapat skor imbang untuk ketiga kalinya, giliran Indonesia yang akan menjamu Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Bak sudah ketar-ketir duluan, BFA kemudian meminta pertandingan tandang di SUGBK itu dipindahkan ke tempat yang netral. BFA beralasan jika permintaan tersebut diajukan demi keselamatan serta keamanan para pemain, staf, pelatih, hingga suporter maupun penggemar Bahrain.
Jika Bahrain bersikeras untuk tetap menolak bermain melawan Timnas Indonesia di SUGBK, maka skuad Garuda Muda akan otomatis menang dengan skor 3-0.
“Tim yang mengundurkan diri dianggap kalah 3-0 di pertandingan sepakbola 11 vs 11,” begitulah bunyi peraturan yang ada di FIFA Legal Handbook. (jr)





