Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Daerah · 20 Nov 2024 13:00 WIB ·

900 KK Dadap Krisis Air Bersih


900 KK Dadap Krisis Air Bersih Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) Kabupaten Tangerang, Banten, menyebutkan sebanyak 900 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, krisis air bersih.

Ketua KPPI Kabupaten Tangerang Rosita di Tangerangmenuturkan, di daerahnya air bersih sulit dicari. Untuk air minum dan keperluan mandi serta mencuci baju terpaksa harus membelinya dari pedagang air agar bisa memenuhi kebutuhannya.

“Untuk warga yang saat ini krisis air itu mencakup RT 01 hingga 03 di Kampung Dadap. Warga seluruhnya beli air untuk memenuhi kebutuhan itu,” katanya dikutip antaranews.

Ia menyebutkan, sedikitnya terdapat 3 rukun tetangga dengan 900 kepala keluarga (KK) yang kesulitan air bersih. Dari ratusan warga pesisir ini sudah bertahun-tahun mengalami permasalahan kebutuhan air bersih tersebut.

Menurutnya, dengan kondisi dan lokasi yang sangat sulit dari sumber air menjadi dasar permasalahan yang dialami warga. Apa lagi permasalahan itu bertambah ketika ada pembangunan proyek strategis nasional yang dilakukan oleh pengembang Pantai Indah Kapuk (PIK) 2.

“Dengan kondisi ini tentunya sangat menyulitkan warga. Di mana, kami harus mengeluarkan biaya lebih untuk memenuhi kebutuhan air itu,” ujarnya.

Ia mengungkapkan sejauh ini aliran air tanah dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Tangerang jumlahnya sangat terbatas, bahkan jangkauannya belum sampai ke kawasan permukiman Kelurahan Dadap.

Kendati demikian, berbagai upaya untuk mengatasi permasalahan air bersih baru mencapai tahapan respon. Di antaranya seperti distribusi air bersih melalui mobil tanki yang harus melalui proses pemesanan.

“Sekarang kalau ketersediaan air habis, kita itu bisa mengeluarkan biaya Rp35 ribu dalam sehari itu. Dan kondisi ini sudah dijalani bertahun-tahun, tetapi tidak pernah ada solusi dari pemerintah,” ujarnya.

Dia berharap, ke depan pemerintah daerah agar bisa menyediakan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat, agar tidak kesulitan jika kemudian hari terjadi kemarau panjang.

“Kami berharap pemerintah bisa memperhatikan masalah lingkungan kami. Kebutuhan air bersih bisa dipenuhi agar kami tidak semakin berat menanggung beban yang diderita selama ini,” Tambahnya. (jr)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pilar Terjun Langsung Tinjau Titik Banjir dan Longsor Akibat Hujan Ekstream

16 April 2026 - 12:13 WIB

Layanan Perumda TKR Kabupaten Tangerang Makin Top di Usia 50 Tahun.

16 April 2026 - 12:04 WIB

Rekrut Anak Jadi Sopir, Kadishub Kota Gunungsitoli Diduga Langgar Edaran Wali Kota

16 April 2026 - 11:56 WIB

Kritik Relokasi Pasar Bogor, PEMNAS: Walikota Jangan Asal Pindah Barang

14 April 2026 - 14:00 WIB

Rakortekrenbang Sumut 2026 Digelar di Gunungsitoli, Bahas Sinkronisasi RKPD 2027

13 April 2026 - 18:07 WIB

Bupati Tangerang dan Wamen UMKM Dorong Peningkatan Layanan dan Sinergi pada Peringatan HUT Perumdam TKR

13 April 2026 - 16:43 WIB

Trending di Daerah