Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Pemerintahan · 21 Nov 2024 14:40 WIB ·

Airlangga Pede PPN 12% Tak Ganggu Perekonomian


Airlangga Pede PPN 12% Tak Ganggu Perekonomian Perbesar

JAKARTA | Harian Medeka

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merasa percaya diri bahwa kebijakan pemerintah menaikan Pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12 persen tidak akan mengganggu pertumbuhan ekonomi.

Ia menyebut, pemerintah telah menyiapkan sejumlah rencana untuk meredam dampak kenaikan PPN 12 persen. Namun, ia tak menjelaskan apa saja senjata pemerintah meredam dampak itu.

“Tentu kan ada beberapa tools-tools lain yang bisa dipakai,” kata Airlangga di sela-sela KTT G20 di Brazil, dikutip cnnindonesia, Selasa (19/11) waktu setempat.

Ia menjelaskan, kenaikan PPN 12 persen harus diberlakukan. Hal itu sudah diatur dalam perundang-undangan, ucapnya.

Dia memastikan pemerintah tak memukul rata kenaikan PPN 12 persen. Airlangga menyebut ada beberapa sektor yang tak terkena kenaikan pajak tersebut.

“Dan ada yang dikecualikan. Tentu nanti kita lihat bersama untuk komoditas pangan,” ujarnya.

Pemerintah berencana menaikkan PPN dari 11 persen ke 12 persen tahun depan. Kebijakan itu berlandas UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.Kebijakan ini memicu kritik dari sejumlah pihak.

 Direktur Pengembangan Big Data Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto menyoroti dampak kenaikan PPN 12 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Kalau pelaksanaannya (PPN naik jadi 12 persen) dilakukan pakai kaca mata kuda, tanpa melihat realitas ekonomi yang sedang turun ini, ya kita mungkin akan mulai berbicara pertumbuhan ekonomi di bawah 5 persen tahun depan,” ujar Eko pada Diskusi Publik INDEF ‘Kelas Menengah Turun Kelas’, Senin (9/9). (jr)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Forsiber Desak KPK dan Kejaksaan Usut Pengadaan di Korlantas Polri

4 Juni 2026 - 13:36 WIB

Mengawal Transparansi Anggaran “POPDA” Dispora Pemkot Tangerang.

3 Juni 2026 - 10:18 WIB

HUT ke-10 Polda Sulbar, Gubernur Suhardi Duka Puji Peran Strategis Polri

2 Juni 2026 - 10:10 WIB

Bang Benyamin, Mendapat Kritik Keras “Stop ABS, Open Bidding”

22 Mei 2026 - 15:59 WIB

Pemkot Tangsel dan Kemenkum Dorong UMKM Daftarkan Merek Kolektif dan Legalitas Usaha

22 Mei 2026 - 13:35 WIB

Sudah Putusan Dewan Pers, Kenapa Polda Metro Tetap Panggil Wartawan

22 Mei 2026 - 11:13 WIB

Trending di Pemerintahan