JAKARTA | Harian Merdeka
Aksi solidaritas membela Palestina bertajuk “Indonesia Tolak Genosida” menuntut pemerintah Indonesia untuk mengawal gencatan senjata antara Palestina dengan Israel.
“Kami meminta Presiden Prabowo ikut mengawal gencatan senjata ini sampai tuntas,” ujar orator aksi tersebut, Husein Gaza di Patung Kuda, Monas, Jakarta, Minggu (12/11).
Ia pun mengapresiasi upaya pemerintah melalui Presiden Prabowo, saat sidang PBB untuk mengakhiri genosida di Palestina. Namun ini belum tuntas karena harus dikawal hingga Palestina benar-benar merdeka. “‘Free Palestine’, Allahu Akbar!” kata Husein.
Husein juga memaparkan, aksi “Global Sumud Flotila” yang dilakukan 47 negara berlayar membawa misi kemanusiaan lintas bangsa dan berlayar di lautan Mediterania menuju Gaza.”Kami ingin tidak ada lagi genosida di Palestina,” ucap Husein menegaskan.
Dalam kesempatan itu, ia mengajak masyarakat Indonesia untuk bersama-sama mengawal aksi gencatan senjata ini agar Israel tidak melakukan pelanggaran atas kesepakatan damai tersebut. “Mari buka hati kita bersama dan kawal gencatan senjata ini,” kata dia.
Di informasikan, massa aksi yang tergabung dalam API-Palestina (Aliansi Pemuda Indonesia untuk Palestina) melakukan aksi damai dengan memadati kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Minggu (12/10).
Aksi bertajuk “Indonesia Melawan Genosida” menuntut melawan genosida yang dilakukan zionis Israel terhadap warga Palestina, dimulai sekira pukul 06.40 WIB. Mereka kompak mengenakan atribut Palestina. Beberapa juga mengibarkan bendera Merah Putih dan bendera Palestina.
Tak hanya mengibarkan bendera Palestina, massa aksi juga membawa bendera Israel untuk dicoret-coret, serta gambar wajah Benjamin Netanyahu
Aksi dimulai dengan penampilan seniman angklung jalanan. Kemudian dilanjutkan dengan musik-musik dukungan untuk Palestina. Adapun arus lalu lintas dari dan menuju Jl. Merdeka Selatan mulai ditutup. Terlihat beberapa anggota kepolisian mulai berjaga di sekitar kawasan Patung Kuda.
Sedangkan arus lalu lintas dari dan menuju Jl. Merdeka Barat masih dibuka. Kendaraan-kendaraan masih dapat melintas di jalur itu.
Sehari sebelumnya, sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas), kepemudaan, dan mahasiswa akan menggelar aksi akbar bertajuk “Indonesia Melawan Genosida” di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, (12/10) pagi terkait adanya kabar mengenai gencatan senjata di Gaza, Palestina.
Panitia aksi “Indonesia Lawan Genosida”, Syauki Hafiz menyambut baik kabar gencatan senjata itu, namun potensi genosida terulang masih ada. Karena itu, konsolidasi dilakukan untuk merancang kerangka gerakan baru, yang lebih berdampak.
“Sebelumnya kita sudah kumpul untuk menyiapkan bahwa genosida mau masuk tahun ketiga. Tapi Alhamdulillah setidaknya ada arah gencatan senjata,” ujar Syauki dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (11/10).
Dia menyatakan, kabar gencatan senjata itu membawa kelegaan, namun hal tersebut tidak berarti perjuangan telah usai. “Kami ingin Indonesia terlibat aktif, memastikan genosida tidak terulang lagi, pelanggaran gencatan senjata tidak terulang lagi, tidak terjadi lagi perang di Gaza,” tambahnya. (jr)




