Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Politik · 13 Nov 2025 12:00 WIB ·

Indonesia dan Australia Sepakat Perjanjian Keamanan Baru


Indonesia dan Australia Sepakat Perjanjian Keamanan Baru Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese mengumumkan kesepakatan baru terkait kerja sama keamanan kedua negara. Perjanjian bilateral ini dijadwalkan akan ditandatangani secara resmi pada awal tahun 2026 di Indonesia.

“Hari ini saya berdiri di samping sahabat saya, Presiden Indonesia Bapak Prabowo Subianto, untuk menyampaikan pengumuman bersejarah. Pemerintah Australia dan Indonesia baru saja menyelesaikan negosiasi substansial mengenai perjanjian bilateral baru tentang keamanan bersama,” ujar PM Albanese saat konferensi pers seusai pertemuan bilateral di atas kapal HMAS Canberra, Sydney, Australia, Rabu (12/11/2025).

Menurut Albanese, kesepakatan tersebut merupakan kelanjutan dari sejarah panjang hubungan strategis antara kedua negara. Ia menjelaskan, perjanjian baru ini akan mengacu pada perjanjian keamanan penting yang pernah ditandatangani pada masa pemerintahan Presiden Soeharto tiga dekade lalu, serta memperkuat Perjanjian Lombok 2006 yang menegaskan komitmen terhadap integritas dan kedaulatan wilayah Indonesia.

“Perjanjian ini juga dibangun berdasarkan kerja sama pertahanan yang telah kita tanda tangani bersama tahun lalu,” tambahnya.

PM Albanese menegaskan bahwa kesepakatan baru ini menjadi bukti bahwa hubungan pertahanan dan keamanan antara Indonesia dan Australia tetap kuat dan saling menguntungkan.
“Ini merupakan perpanjangan penting dari kerja sama yang sudah ada. Hubungan kita tetap sekuat sebelumnya, dan itu hal luar biasa bagi kawasan serta rakyat Australia dan Indonesia,” kata dia.

Sebagai tindak lanjut, PM Albanese dijadwalkan berkunjung ke Indonesia pada Januari 2026 untuk menandatangani perjanjian tersebut secara resmi.
“Saya berharap dapat berkunjung ke Indonesia pada bulan Januari tahun depan atas undangan Presiden untuk secara resmi menandatangani perjanjian baru setelah melalui proses domestik kita,” pungkasnya.(hmi)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pesawaran Bersinar di Rakorwil PSI Lampung: Diganjar Hadiah Khusus dari Ketum Kaesang

21 April 2026 - 12:16 WIB

Direktur P3S : Cari Aman dalam TPPU, Ahmad Ali Hijrah ke PSI

21 April 2026 - 12:08 WIB

Godok Revisi UU Advokat, Kongres Advokat Indonesia : Tidak Ada Lagi Wadah Tunggal

21 April 2026 - 11:49 WIB

Dari Magelang, Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Serap Strategi Bangun Daerah

20 April 2026 - 12:53 WIB

IKA PMII Pakuan: Penataan Wali Kota Bogor Jangan Cekik Ekonomi Rakyat

17 April 2026 - 12:12 WIB

Denny Charter: Kejaksaan Lebih Mumpuni, Saatnya KPK Dibubarkan

17 April 2026 - 12:10 WIB

Trending di Politik