TANGERANG | Harian Merdeka
Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Tangerang, Elwin Mendrofa, menyoroti serius kasus pelayanan di RS Sari Asih Cipondoh yang membuat seorang anak penderita campak terpaksa dibawa pulang karena tidak mendapat kamar perawatan. Ia menilai kejadian ini memperlihatkan lemahnya sistem manajemen pelayanan rumah sakit.
Elwin menyebut jawaban pihak RS dokter spesialis sudah pulang, kamar penuh, serta ketidakpastian penanganan sebagai bentuk kurangnya tanggung jawab dalam melayani warga.
Menurutnya, kondisi demikian tidak boleh terjadi di fasilitas kesehatan yang menjadi rujukan utama warga Cipondoh.
“Pasien datang dalam kondisi lemah, rumah sakit seharusnya siap. Bukan memberi jawaban yang membuat keluarga makin bingung,” ujar Elwin Minggu (16/11/2025).
Ia mengingatkan bahwa RS Sari Asih Cipondoh berada di tengah kawasan padat penduduk. Dengan posisi tersebut, keberadaan dokter spesialis dan kesiapan ruang perawatan harus menjadi standar, bukan harapan.
“Warga berhak mendapatkan pelayanan yang jelas dan setara. Dugaan perbedaan perlakuan terhadap pasien BPJS harus dijawab terbuka,” tegasnya.
Elwin juga menambahkan bahwa peran Dinas Kesehatan Kota Tangerang sangat krusial dalam kondisi ini. Ia mendesak agar dinas hadir sebagai pelindung masyarakat dan tidak membiarkan kejadian seperti ini berulang.
“Dinas Kesehatan harus turun tangan. Tugas mereka melindungi masyarakat, apalagi pemilik saham terbesar RS Sari Asih kini tidak lagi menjabat sebagai Wali Kota Tangerang. Tidak ada alasan untuk ragu menegakkan aturan,” ungkap Elwin.
Ia menyampaikan empatinya kepada keluarga pasien yang terpaksa merawat anaknya di rumah karena tidak mendapat kepastian dari rumah sakit.
“Rumah sakit seharusnya memberi rasa aman, bukan membuat keluarga merasa terabaikan,” katanya.
Elwin mendesak RS Sari Asih Cipondoh memberikan penjelasan resmi dan melakukan perbaikan segera.
“GMNI akan ikut mengawal. Masyarakat tidak boleh dibiarkan menghadapi situasi seperti ini sendirian,” pungkasnya.(cenks)







