Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Politik · 25 Nov 2025 12:16 WIB ·

Titiek Soeharto Sentil Mentan Soal Impor 2,6 Juta Ton Kedelai


Titiek Soeharto Sentil Mentan Soal Impor 2,6 Juta Ton Kedelai Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto, menyoroti keras masih tingginya ketergantungan Indonesia pada impor kedelai. Padahal, komoditas tersebut menjadi bahan baku utama dua makanan pokok masyarakat, yakni tahu dan tempe.

Dalam rapat kerja bersama Kementerian Pertanian (Kementan) di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Senin (24/11/2025), Titiek mengungkapkan bahwa kebutuhan kedelai nasional mencapai 2,9 juta ton per tahun. Namun, produksi dalam negeri hanya berkisar antara 300 ribu hingga 400 ribu ton.

“Kita bangsa pemakan tahu tempe, mestinya kedelai jadi prioritas. Kebutuhan 2,9 juta ton per tahun, produksi kita cuma 300 ribu, 350 ribu, 400 ribu ton. Impor kita 2,6 juta ton. Banyak sekali, triliunan kalau dirupiahkan, Pak,” tegas Titiek kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Ia mengapresiasi capaian Kementan yang berhasil mempercepat target swasembada beras dan jagung. Namun, Titiek meminta agar capaian tersebut tidak membuat perhatian pada komoditas kedelai menjadi terabaikan.

“Ini kan harus jadi konsentrasi juga. Kami mengapresiasi swasembada beras dan jagung, tapi ke depan tolong swasembada kedelai,” ujarnya.

Titiek juga meminta agar program peningkatan produksi kedelai kembali dijalankan. Ia menyinggung program Padi, Jagung, dan Kedelai (Pajale) yang sebelumnya pernah diusung pemerintah melalui Perum Bulog. Menurut dia, langkah tersebut penting agar ketergantungan pada impor tidak terus berlanjut.

“Dulu Bapak punya program Pajale, coba dihidupkan kembali, supaya ke depan jangan impor 2,6 juta ton. Itu malu, Pak. Kita makan tempe tahu, tapi kedelainya impor sebanyak itu,” pungkasnya.(tfk/hmi)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

IKA PMII Pakuan: Penataan Wali Kota Bogor Jangan Cekik Ekonomi Rakyat

17 April 2026 - 12:12 WIB

Denny Charter: Kejaksaan Lebih Mumpuni, Saatnya KPK Dibubarkan

17 April 2026 - 12:10 WIB

Soal Pemberitaan Tempo, Nasdem Jabar Ingat Etika Pers dan Kepatutan Ruang Publik

17 April 2026 - 11:58 WIB

​Bantah Isu Gabung Gerindra, Arif Rahman: NasDem Bukan PT Tbk, Kami Punya Mandat Rakyat

14 April 2026 - 17:02 WIB

Kinerja Jeblok, Menteri Pariwisata Didesak Masuk Kotak Reshuffle

14 April 2026 - 14:15 WIB

Di Tengah Wacana Merger Gerindra–NasDem, Nasib Anies Baswedan di 2029 di Ujung Persimpangan

14 April 2026 - 14:10 WIB

Trending di Politik