JAKARTA | Harian Merdeka
Bencana banjir dan longsor yang dipicu cuaca ekstrem kembali memakan korban di sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera Barat. Total 30 orang meninggal dunia di Aceh, sementara 21 warga tewas di Sumatera Barat hingga Kamis (27/11) malam. Puluhan lainnya masih hilang, dan ratusan ribu warga terdampak terpaksa mengungsi.
Korban Terbanyak di Aceh Tengah dan Bener Meriah
Data terbaru dari Posko Penanganan Bencana Aceh mencatat Aceh Tengah menjadi daerah dengan korban meninggal terbanyak, yakni 15 orang dan 2 orang masih hilang.
Sementara di Kabupaten Bener Meriah, 11 orang meninggal dunia dan 13 orang masih hilang. Kondisi di wilayah ini disebut mengalami kerusakan parah akibat banjir dan longsor.
“Data sementara korban bencana di wilayah Bener Meriah itu 11 meninggal dunia dan 13 hilang. Tapi ini data sementara yang kita peroleh,” kata Kadis Kominfo Bener Meriah, Ilham Abdi, Kamis (27/11) malam.
Ia menyebut ribuan warga kini mengungsi ke lokasi lebih aman. Akses menuju Bener Meriah juga terputus total, menyebabkan distribusi bantuan terhambat.
“Logistik kita sudah mulai menipis, sementara warga mulai banyak yang mengungsi,” ujarnya.
Selain itu, Aceh Utara dan Aceh Tenggara masing-masing melaporkan dua korban meninggal dunia.
Aceh Tetapkan Status Darurat Bencana
Melihat meluasnya dampak bencana, Pemerintah Aceh resmi menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi selama 14 hari, mulai 28 November hingga 11 Desember 2025.
“Saya Gubernur Aceh menetapkan keputusan tentang status keadaan tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Aceh tahun 2025,” ujar Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dalam rapat paripurna DPRA, Kamis (27/11).
Keputusan itu diambil setelah infrastruktur penting seperti jalan provinsi dan jembatan penghubung antarwilayah ambruk diterjang banjir dan longsor.
Sumatera Barat: 21 Warga Tewas, Akses Transportasi Lumpuh
Cuaca ekstrem juga memicu banjir dan longsor besar di Sumatera Barat. BPBD Sumbar melaporkan 21 orang meninggal dunia dan 3 warga masih hilang.
Korban terbanyak berasal dari Kabupaten Agam (9 orang) dan Padang Panjang (6 orang). Bencana melanda 15 daerah, memaksa puluhan ribu warga mengungsi.
Sejumlah jalur strategis terputus, di antaranya:
Padang–Bukittinggi via Lembah Anai
Padang–Solok
Bukittinggi–Lubuk Basung
Bukittinggi–Lubuk Sikaping
Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol M. Reza Chairul Akbar Sidiq, mengimbau masyarakat menunda perjalanan menuju wilayah rawan.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Sumbar untuk menunda perjalanan yang tidak mendesak, terutama menuju daerah rawan longsor dan banjir,” ujarnya.
Waspada Bencana Susulan
BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Warga di daerah pegunungan, bantaran sungai, dan tepian bukit diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir bandang dan longsor susulan.
Pemerintah daerah di kedua provinsi juga terus melakukan evakuasi dan pendistribusian bantuan darurat, meski terhambat akses jalan yang rusak.(hmi)







