GUNUNGSITOLI | Harian Merdeka
Jaringan telekomunikasi di wilayah Kepulauan Nias lumpuh total sejak Selasa, 26 November 2025. Sudah empat hari layanan tidak dapat diakses. Gangguan terjadi setelah jalur Tapanuli Utara–Tapanuli Tengah dan jalur Tapanuli Selatan–Tapanuli Tengah menuju Kota Sibolga mengalami longsor akibat cuaca ekstrem.
Peristiwa itu memutus kabel optik milik PT Telkom, yang selama ini menjadi jalur utama distribusi jaringan ke Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, hingga Kepulauan Nias. Putusnya kabel membuat seluruh layanan komunikasi—mulai dari sambungan telepon, internet, hingga layanan digital—terhenti.
Leader tim teknik jaringan PT Telkom wilayah Kepulauan Nias, Jhonatan Telaumbanua, yang ditemui media Harian Merdeka di kantor Telkom Gunungsitoli, Jalan Moh. Hatta, mengatakan pihaknya sedang berupaya melakukan pemulihan secepat mungkin.
Menurut dia, suplai jaringan ke Kepulauan Nias berasal dari pusat pemancar Telkom di Pematangsiantar dan Padang Sidimpuan. Keduanya terhubung melalui kabel darat menuju Sibolga, lalu disalurkan melalui kabel bawah laut ke wilayah Nias.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kepulauan Nias atas gangguan jaringan yang terjadi. Cuaca ekstrem menyebabkan longsor di jalur Siantar dan Sidimpuan yang memutus kabel optik,” ujar Jhonatan, pada Jumat siang (28/11/2025).
Ia menyebut, lambatnya proses perbaikan bukan karena kurangnya personel, melainkan kondisi lapangan yang masih labil. “Risiko longsor susulan sangat tinggi karena curah hujan masih ekstrem. Tim di lapangan bersama unsur pemerintah tetap memprioritaskan keselamatan kerja dalam melakukan evakuasi material tanah dan pepohonan,” kata dia.
Untuk mengatasi kondisi darurat ini, Telkom menyiapkan solusi sementara berupa pengalihan jaringan menggunakan layanan berbasis satelit (Starlink). Teknologi tersebut akan dipakai sebagai jalur cadangan agar masyarakat dapat kembali mengakses layanan dasar komunikasi.
“Kami berharap jaringan darurat ini bisa segera diaktifkan, setidaknya untuk memenuhi kebutuhan komunikasi mendesak di Kepulauan Nias,” ujar Jhonatan.
Hingga kini, tim teknis masih menunggu kondisi cuaca membaik agar proses perbaikan kabel optik dapat dilakukan secara optimal. Telkom menegaskan akan mempercepat pemulihan begitu area terdampak dinyatakan aman.
Penulis : Adieli Laoli
Kontributor Harian Merdeka







