JAKARTA | Harian Merdeka
Pemerintah didesak segera menetapkan banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera sebagai bencana nasional. Seruan itu disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PKS, Muhammad Kholid, menyusul meluasnya dampak bencana yang menimbulkan kerugian besar serta mengakibatkan ribuan warga terdampak.
Kholid menegaskan, bencana tersebut merupakan duka bersama dan menjadi panggilan moral bagi seluruh elemen bangsa untuk mengulurkan tangan membantu para penyintas.
“Ini adalah kewajiban moralitas bangsa untuk membantu korban bencana. Seluruh tokoh dan pejabat harus terlibat,” ujar Kholid.
Ia menambahkan, PKS secara tegas meminta pemerintah meningkatkan status bencana tersebut menjadi Bencana Nasional agar penanganan dapat dilakukan secara lebih komprehensif.
“Kami dari PKS meminta agar bencana di Sumatera ini segera ditetapkan sebagai Bencana Nasional,” tegasnya.
Sebagai bentuk kepedulian, Kholid mengungkapkan bahwa Fraksi PKS DPR RI telah melaksanakan instruksi pemotongan gaji seluruh anggotanya untuk didonasikan sebagai bantuan kemanusiaan bagi korban banjir.
Selain mendesak penetapan status Bencana Nasional, Kholid juga mendorong pemerintah bertindak tegas terhadap praktik pembalakan liar (illegal logging) yang diduga memperparah bencana. Ia menilai peninjauan kembali tata kelola hutan menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyebut bencana tersebut sebagai ujian keimanan bagi masyarakat. Ia memaparkan bahwa banjir telah berdampak pada 16 kabupaten/kota, dengan estimasi kerugian mencapai Rp1 triliun hingga saat ini.
“Sinergi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sudah berjalan baik. Data kerugian dan kebutuhan masyarakat dikumpulkan melalui posko terpadu di kantor gubernur,” ungkap Mahyeldi.
Mahyeldi juga menyampaikan apresiasinya atas bantuan yang diberikan PKS. “Atas nama pemerintah provinsi, kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dari PKS. Kami berharap partai-partai lain juga ikut bergabung dalam upaya pemulihan ini,” ujarnya.
(tfk/hmi)







