Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Daerah · 24 Des 2025 15:18 WIB ·

Warga Tinggal di TPU Kebon Nanas Mulai Bersedia Direlokasi, Krisis Lahan Makam Jadi Sorotan


Warga Tinggal di TPU Kebon Nanas Mulai Bersedia Direlokasi, Krisis Lahan Makam Jadi Sorotan Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Sejumlah warga yang bermukim di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebon Nanas, Jakarta Timur, mulai menyatakan kesediaan untuk direlokasi ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Pemerintah setempat menilai langkah ini mendesak seiring kian terbatasnya ketersediaan petak makam.

Lurah Cipinang Besar Selatan, Dicky Wijaya Sumantri, mengatakan hingga saat ini terdapat tiga kepala keluarga (KK) atau sekitar 15 jiwa yang bersedia direlokasi. Jumlah tersebut masih bersifat dinamis karena proses pendataan terus berjalan.
“Untuk saat ini tiga KK dengan sekitar 15 jiwa. Datanya masih bergerak, semoga bisa semuanya,” kata Dicky, Rabu (24/12/2025).

Relokasi dilakukan untuk mengembalikan fungsi TPU Kebon Nanas sebagai lahan pemakaman. Menurut Dicky, kondisi petak makam di lokasi tersebut sudah sangat terbatas sehingga membutuhkan penanganan segera. Ia menegaskan relokasi ini bukan kebijakan sepihak pemerintah.

“Bukan program yang semena-mena. Ini karena kebutuhan makam yang sudah sangat mendesak,” ujarnya.

Meski demikian, belum seluruh warga menyetujui relokasi. Pemerintah kelurahan bersama Pemprov DKI Jakarta masih melakukan pendekatan persuasif agar warga bersedia pindah ke hunian yang dinilai lebih layak.
“Belum bisa 100 persen. Tapi pemerintah memfasilitasi agar warga tidak lagi tinggal di kuburan, melainkan di rusun yang lebih manusiawi,” kata Dicky.

Pemerintah Kota Jakarta Timur menegaskan langkah ini bukan penggusuran, melainkan pengembalian fungsi lahan makam. Sekretaris Kota Jakarta Timur, Eka Darmawan, menyebut terdapat sekitar 280 KK atau 517 jiwa yang tercatat tinggal di dua area TPU tersebut.

“Kami tidak mengatakan menggusur, tapi meminta pengembalian fungsi lahan TPU,” ujar Eka dalam keterangan sebelumnya. Ia menambahkan, proses pengosongan akan diawali dengan sosialisasi dan tahapan surat peringatan, mengingat krisis lahan pemakaman di Jakarta Timur semakin mendesak.(Fj)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kepala Desa se Kecamatan Cijeruk dan Cigombong Bantah Adanya Intervensi Oleh Jaro Ade

12 Juni 2026 - 15:19 WIB

Jaga Jakarta On The Spot, Kapolda Metro Jaya Dengarkan Langsung Keluhan dan Harapan Warga

11 Juni 2026 - 10:21 WIB

Anak Sekolah dan Petani Jadi Korban, Warga Titip Aspirasi Jembatan kepada TNI AD

8 Juni 2026 - 11:43 WIB

Dukung Mobilitas Warga, Satbrimob Polda Banten Revitalisasi Jembatan di Bayah

8 Juni 2026 - 10:34 WIB

Imbas Kebakaran Pasar Parung, MataHukum Minta Bupati Bogor Copot Direksi Pasar Tohaga

8 Juni 2026 - 10:18 WIB

Bupati Rudy Susmanto Pastikan Proyek Jalan Tambang Bogor Barat Tetap Berjalan

2 Juni 2026 - 15:08 WIB

Trending di Daerah