JAKARTA | Harian Merdeka
Sejumlah warga yang bermukim di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebon Nanas, Jakarta Timur, mulai menyatakan kesediaan untuk direlokasi ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Pemerintah setempat menilai langkah ini mendesak seiring kian terbatasnya ketersediaan petak makam.
Lurah Cipinang Besar Selatan, Dicky Wijaya Sumantri, mengatakan hingga saat ini terdapat tiga kepala keluarga (KK) atau sekitar 15 jiwa yang bersedia direlokasi. Jumlah tersebut masih bersifat dinamis karena proses pendataan terus berjalan.
“Untuk saat ini tiga KK dengan sekitar 15 jiwa. Datanya masih bergerak, semoga bisa semuanya,” kata Dicky, Rabu (24/12/2025).
Relokasi dilakukan untuk mengembalikan fungsi TPU Kebon Nanas sebagai lahan pemakaman. Menurut Dicky, kondisi petak makam di lokasi tersebut sudah sangat terbatas sehingga membutuhkan penanganan segera. Ia menegaskan relokasi ini bukan kebijakan sepihak pemerintah.
“Bukan program yang semena-mena. Ini karena kebutuhan makam yang sudah sangat mendesak,” ujarnya.
Meski demikian, belum seluruh warga menyetujui relokasi. Pemerintah kelurahan bersama Pemprov DKI Jakarta masih melakukan pendekatan persuasif agar warga bersedia pindah ke hunian yang dinilai lebih layak.
“Belum bisa 100 persen. Tapi pemerintah memfasilitasi agar warga tidak lagi tinggal di kuburan, melainkan di rusun yang lebih manusiawi,” kata Dicky.
Pemerintah Kota Jakarta Timur menegaskan langkah ini bukan penggusuran, melainkan pengembalian fungsi lahan makam. Sekretaris Kota Jakarta Timur, Eka Darmawan, menyebut terdapat sekitar 280 KK atau 517 jiwa yang tercatat tinggal di dua area TPU tersebut.
“Kami tidak mengatakan menggusur, tapi meminta pengembalian fungsi lahan TPU,” ujar Eka dalam keterangan sebelumnya. Ia menambahkan, proses pengosongan akan diawali dengan sosialisasi dan tahapan surat peringatan, mengingat krisis lahan pemakaman di Jakarta Timur semakin mendesak.(Fj)







