Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Politik · 6 Jan 2026 13:52 WIB ·

Amelia Anggraini Angkat Suara soal Penangkapan Presiden Venezuela


Amelia Anggraini Angkat Suara soal Penangkapan Presiden Venezuela Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Kapoksi Fraksi Partai NasDem di Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Amelia Anggraini, menyampaikan keprihatinan serius atas serangan Amerika Serikat ke Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Menurutnya, tindakan tersebut berpotensi menciptakan ketegangan baru dan mengganggu stabilitas perdamaian internasional.

Amelia menilai penggunaan atau ancaman kekuatan terhadap kepala negara berdaulat dapat menjadi preseden berbahaya dalam hubungan antarnegara. Ia menegaskan bahwa langkah semacam itu berisiko melemahkan prinsip kedaulatan negara dan mekanisme diplomasi yang selama ini dijunjung dalam sistem internasional.

“Indonesia menyampaikan keprihatinan atas setiap tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan, yang berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional serta dapat mengganggu stabilitas dan perdamaian kawasan, sekaligus melemahkan prinsip kedaulatan dan diplomasi,” ujar Amelia kepada wartawan, Selasa (6/1/2026).

Anggota Komisi I DPR RI tersebut menekankan pentingnya semua pihak yang terlibat untuk menahan diri dan mengedepankan penyelesaian konflik melalui jalur dialog. Ia mengingatkan bahwa hukum internasional, termasuk Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), harus menjadi rujukan utama dalam menyikapi setiap konflik global.

“Karena itu, semua pihak perlu mengedepankan langkah-langkah de-eskalasi, menahan diri, dan menempuh dialog, dengan tetap mematuhi hukum internasional, termasuk prinsip-prinsip dalam Piagam PBB dan hukum humaniter internasional, terutama perlindungan terhadap warga sipil,” katanya.

Selain menyoroti dampak geopolitik, Amelia juga menaruh perhatian pada keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Venezuela. Ia meminta pemerintah, melalui Kementerian Luar Negeri, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memastikan perlindungan maksimal bagi WNI di tengah situasi yang berkembang.

“Terkait pelindungan WNI, Pemerintah Indonesia melalui KBRI Caracas terus memantau situasi dan memastikan keselamatan WNI di Venezuela. WNI diimbau tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan menjaga komunikasi dengan KBRI Caracas,” tegas Amelia.

Ia menambahkan, Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi prinsip perdamaian dunia dan politik luar negeri bebas aktif, memiliki kepentingan untuk terus mendorong penyelesaian konflik internasional melalui jalur diplomasi dan hukum internasional. (hab/tfk)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menteri Hukum RI Bertemu Firman Jaya Daeli, Bahas Penguatan Negara Hukum Indonesia

28 April 2026 - 16:50 WIB

Honeymoon Selesai, Begini Rapor 1,5 Tahun Prabowo-Gibran Versi Survei IndexPolitica

21 April 2026 - 20:16 WIB

Pesawaran Bersinar di Rakorwil PSI Lampung: Diganjar Hadiah Khusus dari Ketum Kaesang

21 April 2026 - 12:16 WIB

Direktur P3S : Cari Aman dalam TPPU, Ahmad Ali Hijrah ke PSI

21 April 2026 - 12:08 WIB

Godok Revisi UU Advokat, Kongres Advokat Indonesia : Tidak Ada Lagi Wadah Tunggal

21 April 2026 - 11:49 WIB

Dari Magelang, Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Serap Strategi Bangun Daerah

20 April 2026 - 12:53 WIB

Trending di Politik