Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Politik · 9 Jan 2026 13:12 WIB ·

Pilkada DPRD Digugat Publik, Istana: Kita Lihat Nanti


Pilkada DPRD Digugat Publik, Istana: Kita Lihat Nanti Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Istana Kepresidenan merespons temuan survei LSI Denny JA yang mengungkap penolakan luas masyarakat terhadap wacana pemilihan kepala daerah melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Pemerintah menegaskan sikap terbuka dengan menghormati seluruh pandangan yang berkembang, di tengah kuatnya resistensi publik terhadap gagasan tersebut.

Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, mengatakan perbedaan sikap di masyarakat merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Ia menekankan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap aspirasi publik, namun juga tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan atas wacana pilkada tidak langsung.

“Kita menghormati semua pendapat. Dalam setiap kebijakan pasti ada yang mendukung dan ada yang menolak. Untuk saat ini belum ada keputusan apa pun,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Prasetyo juga menepis anggapan adanya kegaduhan politik akibat munculnya penolakan terhadap sistem pilkada melalui DPRD. Menurutnya, pemerintah memandang perbedaan pandangan sebagai bagian dari proses yang sah dan menyerahkan sepenuhnya arah kebijakan pada mekanisme yang sedang berjalan.

“Tidak ada persoalan. Kita lihat nanti bagaimana prosesnya,” katanya.

Sikap pemerintah itu muncul setelah LSI Denny JA merilis hasil survei nasional yang menunjukkan penolakan mayoritas masyarakat terhadap wacana pilkada tidak langsung. Survei tersebut mencatat kelompok generasi Z menjadi segmen yang paling keras menyuarakan penolakan.

Dalam survei itu, responden diminta menilai wacana pilkada yang dipilih melalui DPRD. Hasilnya, sebanyak 66,1 persen responden menyatakan kurang setuju hingga tidak setuju sama sekali. Sementara 28,6 persen menyatakan setuju atau sangat setuju, dan 5,3 persen memilih tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.

Pemapar hasil survei LSI Denny JA, Ardian Sopa, menegaskan angka tersebut menunjukkan resistensi publik yang sangat dominan terhadap gagasan pilkada melalui DPRD. “Lebih dari 65 persen responden menolak pilkada DPRD,” ujarnya saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (7/1/2026).

Temuan ini menegaskan kuatnya aspirasi publik agar mekanisme pemilihan kepala daerah tetap berada di tangan rakyat secara langsung, sekaligus menjadi catatan penting dalam perdebatan nasional mengenai arah demokrasi dan sistem pilkada ke depan. (hmi)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Prabowo Sentil Reshuffle Zulhas, Adib Miftahul: Itu Warning Halus

25 Mei 2026 - 14:48 WIB

Kadisdik Aceh Kembali Sebut yang Marah atas Videonya sebagai Terduga Pelaku

23 Mei 2026 - 12:37 WIB

Demer DPR RI Dorong KEK Bali Utara dan Barat Ditumbuhkan

23 Mei 2026 - 11:03 WIB

Denny JA: Prabowo Sedang Letakkan Fondasi Indonesia Baru

22 Mei 2026 - 14:09 WIB

Surya Paloh Soroti Pidato Prabowo: Pasal 33 UUD 1945 Kunci Penguatan Ekonomi

21 Mei 2026 - 14:36 WIB

Sufmi Dasco: Ucapan Terima Kasih Prabowo ke PDIP Adalah Penghargaan Jujur

21 Mei 2026 - 14:33 WIB

Trending di Politik