Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Politik · 22 Jan 2026 15:58 WIB ·

Menpar Widiyanti Ditegur DPR saat Rapat Komisi VII


Menpar Widiyanti Ditegur DPR saat Rapat Komisi VII Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mendapat teguran keras dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026). Teguran itu muncul setelah Widiyanti memaparkan sederet capaian prestasi Kementerian Pariwisata sepanjang 2025.

Saat membuka rapat, Widiyanti menyampaikan bahwa Kemenpar berhasil meraih 154 penghargaan internasional sepanjang 2025, meningkat signifikan dibandingkan 2024 yang hanya mencatat 66 penghargaan.

“Pertama-tama izinkan saya membawa kabar baik. Pariwisata Indonesia menorehkan beragam penghargaan pada tahun 2025. Tepatnya 154 penghargaan dari berbagai organisasi internasional, meningkat jauh dibandingkan pencapaian tahun 2024 yang hanya sebesar 66 penghargaan,” ujar Widiyanti.

Ia juga menyebut Bali baru saja dinobatkan sebagai destinasi terbaik dunia versi TripAdvisor serta memaparkan capaian kunjungan wisatawan mancanegara yang mencapai 13,98 juta kunjungan hingga November 2025, tumbuh 10,44 persen secara tahunan.

“Dari sisi indikator kinerja utama Kementerian Pariwisata, kami sampaikan pariwisata Indonesia juga mencatat prestasi yang sangat positif,” jelasnya.

Menanggapi paparan tersebut, Ketua Komisi VII DPR Saleh Daulay menilai presentasi Widiyanti memberi kesan bahwa Kementerian Pariwisata merupakan kementerian paling unggul dibandingkan kementerian lain.

“Image-nya, begitu kita buka lembar pertama, Kementerian Pariwisata ini sangat baik, unggul. Jadi kalau dikompetisikan dengan kementerian lain, dari sisi penghargaan, ya nomor satu Kementerian Pariwisata,” kata Saleh.

Namun, Saleh mempertanyakan manfaat nyata dari ratusan penghargaan itu bagi masyarakat. Ia mencontohkan penghargaan dari media asing dan mempertanyakan relevansinya bagi publik.

“Misalnya saya lihat di sini, New York Times, penghargaan apa ini New York Times ini? Itu kan media kalau enggak salah. Sama seperti Kompas ngasih penghargaan kepada kita,” ujarnya.

Saleh pun meminta Widiyanti menjelaskan satu per satu dampak dari 154 penghargaan tersebut terhadap rakyat Indonesia dan menegaskan penjelasan harus disampaikan langsung dalam rapat, bukan secara tertulis.

Dalam suasana rapat yang memanas, Saleh menaikkan nada suara dan menegaskan bahwa rapat merupakan bagian dari tugas konstitusional DPR dan pemerintah.

“Bu Menteri kalau enggak mau rapat ya jangan jadi menteri juga. Kita juga kalau anggota DPR enggak mau rapat ya jangan jadi anggota DPR juga dong. Benar enggak? Kan konsekuensi daripada tugas konstitusional,” kata Saleh. (con)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Forsiber Desak DPR Panggil BGN Terkait Laporan Le Monde

4 Mei 2026 - 12:54 WIB

Matahukum Bedah Dua Wajah Nanik Deyang: Menangis tapi Suka Blokir Wartawan

1 Mei 2026 - 20:06 WIB

Menteri Hukum RI Bertemu Firman Jaya Daeli, Bahas Penguatan Negara Hukum Indonesia

28 April 2026 - 16:50 WIB

Honeymoon Selesai, Begini Rapor 1,5 Tahun Prabowo-Gibran Versi Survei IndexPolitica

21 April 2026 - 20:16 WIB

Pesawaran Bersinar di Rakorwil PSI Lampung: Diganjar Hadiah Khusus dari Ketum Kaesang

21 April 2026 - 12:16 WIB

Direktur P3S : Cari Aman dalam TPPU, Ahmad Ali Hijrah ke PSI

21 April 2026 - 12:08 WIB

Trending di Politik