CIANJUR | Harian Merdeka
Kasus dugaan keracunan makanan massal yang diduga bersumber dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, terus bertambah.
Hingga Selasa malam pukul 19.00 WIB, tercatat sebanyak 176 orang mengalami gejala medis serupa usai mengonsumsi paket makanan yang dibagikan.
Camat Cikalongkulon, Iyus Yusuf, mengonfirmasi bahwa mayoritas korban merupakan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan. Berdasarkan pendataan sementara, para korban berasal dari enam sekolah berbeda, mulai dari tingkat PAUD, SD, hingga MTs.
Penanganan medis para korban dilakukan di dua fasilitas kesehatan. Sebanyak 170 orang dirawat di Puskesmas Cijagang, dengan dua di antaranya dirujuk ke rumah sakit.
Sementara enam orang lainnya ditangani di Puskesmas Cikalongkulon, dengan satu orang harus dirujuk ke rumah sakit.
“Total ada tiga orang yang dirujuk untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut karena kondisinya memerlukan peralatan medis yang lebih lengkap,” ujar Iyus.
Gejala keracunan mulai dirasakan beberapa jam setelah warga mengonsumsi makanan yang disediakan oleh SPPG CV Yayasan Sain Bina Cendekia. Salah seorang orang tua korban, Mirawati, mengungkapkan kondisi mengkhawatirkan yang dialami anaknya.
“Anak saya muntah sampai keluar busa berwarna kuning dan hijau. Saat saya cek, ayam suwirnya memang tercium bau tidak sedap dan teksturnya lengket,” ungkap Mirawati.
Pihak kepolisian dari Polsek Cikalongkulon bergerak cepat dengan mengamankan lokasi dapur penyedia makanan serta mengambil sisa makanan sebagai barang bukti. Kapolsek Cikalongkulon, AKP Arif Titim Firmanto, menyebutkan menu yang dikonsumsi korban terdiri dari ayam suwir, sayur sawi, tahu goreng, dan buah semangka.
“Sampel makanan sudah kami amankan untuk diuji di laboratorium guna memastikan penyebab pasti keracunan. Saat ini kami terus berkoordinasi dengan instansi kesehatan terkait,” tegas AKP Arif.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan pemantauan terhadap para korban yang menjalani rawat inap maupun rawat jalan di fasilitas kesehatan setempat. (Egi)







