Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Internasional · 6 Mar 2026 15:38 WIB ·

Langkah Diplomasi Prabowo: Pakistan dan UEA Beri Sinyal Positif untuk Mediasi Konflik Iran


Langkah Diplomasi Prabowo: Pakistan dan UEA Beri Sinyal Positif untuk Mediasi Konflik Iran Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Presiden Prabowo Subianto mendapatkan dukungan dari negara-negara Islam atas kesiapannya melakukan mediasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) – Israel. Dukungan tersebut antara lain dari Pakistan dan Uni Emirat Arab.

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menyampaikan hal itu setelah Presiden Prabowo menggelar acara buka puasa dan berdialog bersama para tokoh dari organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Istana Merdeka, Kamis (5/3/2026).

“Prinsipnya Bapak Presiden menginginkan adanya pertemuan dengan Iran. Untuk menjadi mediasi dan Iran membuka diri. Langkah-langkah yang diambil Pak Presiden itu mendapat dukugan dari beberapa negara Timur Tengah dan negara Islam lain, termasuk Pakistan dan Uni Emirat Arab,” ujar Nusron dalam konferensi pers.

Pemerintah, kata Nusron, terus menjalin komunikasi dengan sejumlah pemimpin negara di kawasan guna memperkuat dukungan terhadap inisiatif perdamaian tersebut. Langkah-langkah diplomasi tersebut kini tengah ditindak lanjuti oleh Kementerian Luar Negeri.

Wakil ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu menambahkan, Presiden Prabowo bersama tujuh pemimpin negara lain yang tergabung dalam kelompok D-8 juga memiliki komitmen yang sama untuk mendorong terciptanya perdamaian di kawasan.

Di samping itu, Nusron memastikan pemerintah terus memonitor perang Israel-AS dengan Iran dan menyiapkan langkah-langkah mitigasi agar eskalasi konflik tak berdampak signifikan terhadap Indonesia.

“Intinya, Pak Presiden bersama tujuh pemimpin negara yang tergabung dalam kelompok delapan itu, menginginkan adanya perdamaian. Jangan sampai perang berlarut-larut terutama di Iran maupun di kawasan Teluk dan sebagainya,” pungkas Nusron. (Egi)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Matahukum Bedah Dua Wajah Nanik Deyang: Menangis tapi Suka Blokir Wartawan

1 Mei 2026 - 20:06 WIB

Menteri Hukum RI Bertemu Firman Jaya Daeli, Bahas Penguatan Negara Hukum Indonesia

28 April 2026 - 16:50 WIB

Honeymoon Selesai, Begini Rapor 1,5 Tahun Prabowo-Gibran Versi Survei IndexPolitica

21 April 2026 - 20:16 WIB

Pesawaran Bersinar di Rakorwil PSI Lampung: Diganjar Hadiah Khusus dari Ketum Kaesang

21 April 2026 - 12:16 WIB

Direktur P3S : Cari Aman dalam TPPU, Ahmad Ali Hijrah ke PSI

21 April 2026 - 12:08 WIB

Godok Revisi UU Advokat, Kongres Advokat Indonesia : Tidak Ada Lagi Wadah Tunggal

21 April 2026 - 11:49 WIB

Trending di Politik