Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Pendidikan · 11 Mar 2026 12:53 WIB ·

Sebut Program MBG Gagal, BaraNusa: Tidak Ada Alasan untuk Melanjutkan Jika Kualitas Buruk


Sebut Program MBG Gagal, BaraNusa: Tidak Ada Alasan untuk Melanjutkan Jika Kualitas Buruk Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Polemik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat setelah viralnya paket makanan berisi ikan lele mentah yang dikirim kepada siswa di SMAN 2 Pamekasan, Jawa Timur. Video tersebut memperlihatkan menu MBG yang dinilai tidak layak konsumsi hingga akhirnya ditolak pihak sekolah.

Sekolah tersebut bahkan mengembalikan 1.022 paket makanan karena ditemukan ikan lele dalam kondisi mentah dan berbau amis yang dikhawatirkan membahayakan kesehatan siswa. 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Barisan Rakyat Nusantara (BaraNusa), Adi Kurniawan, menilai kejadian ini semakin membuktikan bahwa program MBG bermasalah sejak perencanaan hingga pelaksanaannya.

“Kasus lele mentah yang dikirim ke sekolah ini bukan sekadar kesalahan teknis. Ini menunjukkan betapa kacaunya tata kelola program MBG. Program yang katanya untuk meningkatkan gizi anak-anak bangsa justru menghadirkan makanan yang tidak layak konsumsi,” tegas Adi Kurniawan dalam keterangan persnya.

Sebelumnya, pihak Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut lele tersebut sebenarnya merupakan lele marinasi yang dimaksudkan untuk digoreng di rumah sebagai lauk berbuka puasa. 

Namun menurut BaraNusa, alasan tersebut tidak masuk akal karena program MBG seharusnya menyediakan makanan siap konsumsi yang aman bagi siswa.

“Ini program makan bergizi gratis, bukan program bahan mentah gratis. Jika siswa harus mengolah sendiri makanan yang diberikan, maka tujuan program ini jelas tidak tercapai,” kata Adi kepada Harian Merdeka, Rabu (11/3/2026).

Desak Penegak Hukum Bongkar Dugaan Korupsi MBG

Lebih jauh, BaraNusa menilai berbagai polemik yang terjadi di lapangan mengindikasikan adanya persoalan serius dalam pengelolaan anggaran program MBG yang nilainya sangat besar.

Karena itu, BaraNusa mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan.

“Kami mendesak Kepolisian Republik Indonesia dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk berani mengungkap dugaan korupsi besar yang terjadi dalam pelaksanaan program MBG. Jangan sampai program yang menggunakan uang rakyat justru menjadi ladang bancakan segelintir pihak,” tegas Adi.

Menurutnya, berbagai kasus mulai dari kualitas makanan yang buruk, distribusi bermasalah, hingga dugaan mark up anggaran harus diusut secara transparan.

BaraNusa: Lebih Baik MBG Dibubarkan

Jika pemerintah tidak mampu memperbaiki tata kelola program tersebut, BaraNusa bahkan menilai program MBG lebih baik dihentikan.

“Daripada terus menimbulkan masalah dan berpotensi merugikan keuangan negara, BaraNusa menilai lebih baik program MBG dibubarkan saja. Negara harus fokus pada program yang benar-benar efektif meningkatkan kesejahteraan dan kualitas pendidikan anak-anak Indonesia,” tutupnya.(Agus).

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Matahukum Bedah Dua Wajah Nanik Deyang: Menangis tapi Suka Blokir Wartawan

1 Mei 2026 - 20:06 WIB

Pasar Gembrong Sukasari Jadi Destinasi Wisata Belanja dan Edukasi Siswa SD

30 April 2026 - 15:56 WIB

Menteri Hukum RI Bertemu Firman Jaya Daeli, Bahas Penguatan Negara Hukum Indonesia

28 April 2026 - 16:50 WIB

Honeymoon Selesai, Begini Rapor 1,5 Tahun Prabowo-Gibran Versi Survei IndexPolitica

21 April 2026 - 20:16 WIB

Pesawaran Bersinar di Rakorwil PSI Lampung: Diganjar Hadiah Khusus dari Ketum Kaesang

21 April 2026 - 12:16 WIB

Direktur P3S : Cari Aman dalam TPPU, Ahmad Ali Hijrah ke PSI

21 April 2026 - 12:08 WIB

Trending di Politik