MAJALENGKA | Harian Merdeka
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyebut program gentengisasi yang dimulai di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mampu menyerap produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan total komitmen transaksi sekitar Rp3 miliar.
Ia mengatakan sebagai langkah awal pelaksanaan program tersebut, sejumlah truk genteng dari sentra produksi di Jatiwangi sudah dikirim ke sejumlah proyek pembangunan perumahan pada Rabu (11/3) malam.
“Kita harus buat sesuatu yang real buat rakyat kita, dan UMKM kita harus dididik punya daya saing yang tinggi, dan saya yakin bisa,” kata Menteri PKP dalam keterangan yang diterima di Majalengka, Kamis.
Ia menyampaikan program tersebut merupakan implementasi dari arahan Presiden Prabowo Subianto, agar pembangunan perumahan rakyat juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat.
Program gentengisasi, kata Maruarar, merupakan kebijakan yang mendorong penggunaan produk UMKM lokal dalam pembangunan rumah rakyat di berbagai daerah.
Ia mengemukakan total pemesanan genteng dari Jatiwangi mencapai 24 truk, yang nantinya dipakai untuk berbagai program pemerintah dan pengembang perumahan.
Ia menegaskan kebutuhan genteng untuk pembangunan perumahan rakyat ke depan, sangat besar sehingga pelaku UMKM perlu meningkatkan kualitas produknya agar mampu bersaing.
Produk genteng dari Jatiwangi, lanjut dia, merupakan salah satu kearifan lokal yang menjadi bagian dari ciri khas masyarakat di Kabupaten Majalengka.
“Jangan ragukan soal kebutuhan, karena kebutuhannya banyak sekali. Tapi bagaimana kualitas kita supaya bisa unggul dan terpercaya,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Majalengka Eman Suherman menyampaikan pemerintah daerah juga mengalokasikan program perbaikan rumah tidak layak huni sebanyak 1.715 unit pada 2026.
Menurut dia, program tersebut diperkirakan menyerap belanja genteng dari pengusaha lokal dengan nilai sekitar Rp1,5 miliar.
Selain itu, ia mengatakan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah pusat, sebanyak 900 rumah di Kabupaten Majalengka direncanakan diperbaiki dengan potensi kebutuhan genteng sekitar Rp1 miliar.
“Tahun 2026, kami akan melaksanakan program perbaikan rumah tidak layak huni 1.715 unit,” katanya. (Egi)







