Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Daerah · 22 Apr 2026 15:15 WIB ·

Dugaan Jual Beli Jabatan di Pemkab Bogor, Rudy Susmanto Diminta Tindak Oknum RSUD


Dugaan Jual Beli Jabatan di Pemkab Bogor, Rudy Susmanto Diminta Tindak Oknum RSUD Perbesar

BOGOR | Harian Merdeka

Praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sepertinya hal yang lumrah dan menjadi rahasia umum dikalangan ASN dan diduga, praktik lancung (perbuatan tidak jujur, curang, palsu, atau menipu) demi mendapatkan jabatan itu telah berlangsung dari kepemimpinan sebelumnya.

Dikepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto, prkatik tercela itu sedikit demi sedikit mulai dibongkar, oknum pejabat yang terlibat jual beli jabatan pun mulai diberikan sanksi tegas. Namun sayang, hal tersebut hanya berlaku di ring satu alias komplek perkantoran Pemkab Bogor.

“Jika pak Rudy (Bupati Bogor, red) ingin membersihkan oknum yang gemar jual beli jabatan, jangan hanya di dinas yang ada di Cibinong saja, di wilayah-wilayah itu banyak lembaga pemerintah yang kepalanya itu menjadi raja kecil yang kurang terpantau bupati,” tutur Mukhsin dari Mata Hukum.

Dia mencontohkan, direktur Rumah Sakit Umum Daerah dan Kepala Bidan di RSUD memiliki kewenangan yang cukup besar, mulai dari pengelolaan sistem keuangan secara mandiri, karena semua RSUD di Kabupaten Bogor statusnya Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Termasuk kewenangan melakukan rotasi dan mutasi bawahannya. Tapi, jika ada salah satu pegawai struktural yang tak pernah dirotasi dan mutasi selama pluhan tahun, tentunya ini ada hal yang janggal,” tambahnya.

UU ASN & PP Manajemen PNS telah mengatur urusan rotasi mutasi pejabat strktural demi akselerasi pencapaian target dan pemenuhan kebutuhan tenaga kerja dan tentunya, rotasi dan mutasi itu atas usulan direktur.

“Mengapa direktur tidak berani merotasi dan mutasi pejabat struktural yang sudah puluhan tahun itu, apakah di belakangnya backingannya kuat, atau titipan orang kuat, atau justru direktur dengan orang tersebut ada main mata,” tanya dia.

Dia menambahkan, harusnya Bupati Bogor Rudy Susmanto jangan tebang pilih jika ingin melakukan bersih-bersih dilingkun ASN Kabupaten Bogor, terlebih di instansi pelayanan seperti RSUD.

“Bupati Bogor atau Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKSDM) harus turun tangan, siapa tahu dengan perbaikan manajemen di internal rumah sakit bisa berdampak positif terhadap pelayanan Kesehatan kepada masyarakat,” pintanya.

Terkait adanya pegawai struktral di RSUD yang sudah puluhan tahun tak tersentuh rotasi mutasi, wartawan media ini mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak BKSDM. Numun, hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan dari pihak terkait. (Egi)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dorong Pelayanan Prima, Benyamin Tegaskan Integritas ASN

21 April 2026 - 16:33 WIB

Gempa M5,9 Guncang Nias Utara, Warga Gunungsitoli Terbangun, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

20 April 2026 - 13:10 WIB

FPRMI Gelar Open Golf Tournament 2026, Perkuat Sinergi dan Kebersamaan di Momentum HPN

18 April 2026 - 20:39 WIB

Polres Nias Terbitkan SP2HP, Dugaan Pungli di SMKN 1 Idanogawo Mulai Diusut

18 April 2026 - 20:33 WIB

Egi Hendrawan: Sekolah Gratis Andra Soni Investasi Putus Rantai Kemiskinan

18 April 2026 - 20:14 WIB

Pilar Terjun Langsung Tinjau Titik Banjir dan Longsor Akibat Hujan Ekstream

16 April 2026 - 12:13 WIB

Trending di Daerah