JAKARTA | Harian Merdeka
Ashley Cole mengungkapkan tantangan yang ia hadapi dalam meniti karier sebagai pelatih setelah pensiun sebagai pemain profesional. Mantan bek Timnas Inggris itu menyebut kesempatan di negaranya sendiri relatif terbatas, meski ia telah memiliki pengalaman sebagai asisten pelatih di beberapa klub.
Cole memulai karier kepelatihannya dengan menjadi asisten di Derby County bersama Frank Lampard. Ia kemudian bergabung dengan tim U-21 Inggris di bawah arahan Lee Carsley. Pengalaman lain didapat saat kembali bekerja dengan Lampard di Everton serta mendampingi Wayne Rooney di Birmingham City.
Pada 2024, Cole sempat terlibat dalam tim kepelatihan senior Inggris setelah Gareth Southgate tidak lagi menjabat sebagai pelatih kepala. Namun, ia mengaku masih kesulitan memperoleh posisi pelatih utama di Inggris.
Dalam pernyataannya kepada BBC Sport, Cole menyebut alasan kurangnya pengalaman kerap menjadi hambatan utama. Ia menilai situasi tersebut menjadi dilema bagi pelatih yang sedang merintis karier.
Saat ini, Cole dipercaya menangani Cesena FC yang berlaga di Serie B sebagai pelatih sementara sejak Maret 2026. Ia menggantikan posisi pelatih sebelumnya dan melihat kesempatan ini sebagai langkah penting dalam kariernya.
Cole juga menyoroti bahwa tidak banyak pelatih asal Inggris, khususnya dari latar belakang kulit hitam, yang bekerja di Italia. Ia menyebut kepercayaan yang diberikan klub sebagai peluang untuk membuktikan kemampuan sekaligus mengembangkan kariernya.
Sejauh ini, Cole telah memimpin empat pertandingan bersama Cesena dengan catatan satu kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan. Tim tersebut saat ini berada di papan tengah klasemen dan masih memiliki peluang untuk bersaing di zona promosi. (Fj)







