Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 2 Nov 2023 18:39 WIB ·

Ramai Situs Kemhan Diduga Diretas


Ramai Situs Kemhan Diduga Diretas Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Ramai di aplikasi X bahwa website resmi Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengalami peretasan. Berdasarkan akun yang fokus pada laporan keamanan siber @stealthmole_int, terlihat bukti tangkapan layar yang memperlihatkan bahwa peretas mengklaim telah membobol situs Kemhan.

Karo Humas Setjen Kemhan Brigjen TNI Edwin Adrian Sumantha menegaskan, saat ini pihaknya tengah mendalami kebenaran informasi yang tersebar di media sosial itu.

“Kami sedang mendalami informasi tersebut melalui satker terkait, perkembangan informasi akan kami update yah Mbak,” kata Edwin, Kamis (2/11/2023).

Edwin menegaskan, saat ini tidak ada kendala yang tejadi pada situs resmi Kementerian Pertahanan.

“Untuk Website tidak ada kendala Mbak, namun Satker yang menangani hal ini sedang melaksanakan pemeriksaan terkait informasi tersebut mbak,” ucapnya.

Hingga berita ini dimuat, belum terkonfirmasi apakah ada kebocoran data yang dialami Kementerian Pertahanan atau tidak. Sebab, peretas mengklaim bahwa dirinya telah mengantongi dokumen rahasia dan sensitif. Bahkan, peretas mengaku akan menjualnya di pasar gelap.

“Muncul Peretas yang Mengaku Menjual Akses ke Kementerian Pertahanan Indonesia. Seorang peretas mengaku telah berhasil meretas Kementerian Pertahanan Indonesia dan memposting pesan di pasar gelap, menawarkan untuk menjual dokumen rahasia dan sensitif situs web tersebut, serta akses admin,” tulis akun @stealthmole_int, Rabu (1/11/2023).

“Sebagai buktinya, peretas membagikan tangkapan layar dan menegaskan bahwa server tersebut berisi sekitar 1,64TB data. Analisis tangkapan layar tidak menutup kemungkinan bahwa peretas mengakses situs web tersebut,” sambungnya. (hab)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pimpin Rapat Pascabencana Sumatera, Sufmi Dasco Bahas Target Rekonstruksi

25 Mei 2026 - 12:22 WIB

Di Tengah Kenaikan Harga Material, Proyek Jalan Tetehosi Afia Tetap Tuntas dan Berkualitas

23 Mei 2026 - 12:02 WIB

Arif Rahman Bahas Ketahanan Pangan Berkelanjutan Bersama Grenpace

23 Mei 2026 - 11:07 WIB

Puji Rekor MURI Pelayanan 100 Jam, HIPMI Bogor: Menyala Bupati Rudy Susmanto

23 Mei 2026 - 10:57 WIB

Kawal Program MBG, Kastaf Dudung Tegaskan Jangan Ada Oknum yang Menjual Titik

21 Mei 2026 - 13:15 WIB

GMNI Jakarta Serahkan Laporan Korupsi KDMP Rp112 Triliun ke Kejagung, Desak Periksa Kementerian Terkait dan Tegaskan Militer Tidak Kebal Hukum

21 Mei 2026 - 10:37 WIB

Trending di Nasional