Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 23 Mei 2026 11:07 WIB ·

Arif Rahman Bahas Ketahanan Pangan Berkelanjutan Bersama Grenpace


Arif Rahman Bahas Ketahanan Pangan Berkelanjutan Bersama Grenpace Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Anggota Komisi IV DPR RI, Arif Rahman, menerima audiensi Grenpace bersama pengurus pusat Duta Petani Milenial/Andalan Kementerian Pertanian guna membahas penguatan ketahanan pangan dan pengembangan hilirisasi sektor perkebunan nasional.

Pertemuan berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2026). Arif bersama Direktur Utama Grenpace, Heru Saoping, membahas strategi pengembangan sejumlah komoditas unggulan perkebunan, mulai dari kelapa, lada, kakao, kopi hingga komoditas potensial lain yang dinilai mampu menopang swasembada pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Hari ini menerima audiensi bersama Grenpace serta pengurus pusat Duta Petani Milenial/Andalan Kementerian Pertanian RI untuk membahas penguatan swasembada dan ketahanan pangan yang berkelanjutan,” kata Arif.

Legislator Fraksi Partai NasDem Dapil Banten I itu menjelaskan, Grenpace memaparkan konsep pengembangan sektor perkebunan yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi pembibitan modern, serta hilirisasi berbasis potensi daerah.

Salah satu fokus pembahasan ialah pengembangan komoditas kelapa di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang. Potensi besar di dua wilayah tersebut dinilai dapat dioptimalkan melalui pendekatan berbasis kearifan lokal yang dipadukan dengan teknologi modern guna meningkatkan produktivitas dan nilai tambah hasil perkebunan.

“Diskusi ini menyoroti pengembangan sektor perkebunan seperti kelapa, lada, kakao, kopi, dan komoditas lainnya, khususnya potensi besar kelapa di Kabupaten Lebak dan Pandeglang. Melalui pendekatan teknologi pembibitan modern, pendidikan SDM, serta hilirisasi berbasis potensi lokal, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Arif mengatakan keberhasilan program hilirisasi dan penguatan ketahanan pangan tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, petani muda, dunia usaha, dan masyarakat agar sektor pertanian mampu menjadi tulang punggung perekonomian daerah maupun nasional.

“Sinergi antara pemerintah, petani muda, dan berbagai elemen masyarakat menjadi langkah penting untuk menghadirkan pembangunan pertanian yang maju, berkelanjutan, dan berdaya saing bagi Banten serta Indonesia,” pungkasnya. (Egi)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Di Tengah Kenaikan Harga Material, Proyek Jalan Tetehosi Afia Tetap Tuntas dan Berkualitas

23 Mei 2026 - 12:02 WIB

Puji Rekor MURI Pelayanan 100 Jam, HIPMI Bogor: Menyala Bupati Rudy Susmanto

23 Mei 2026 - 10:57 WIB

Kawal Program MBG, Kastaf Dudung Tegaskan Jangan Ada Oknum yang Menjual Titik

21 Mei 2026 - 13:15 WIB

GMNI Jakarta Serahkan Laporan Korupsi KDMP Rp112 Triliun ke Kejagung, Desak Periksa Kementerian Terkait dan Tegaskan Militer Tidak Kebal Hukum

21 Mei 2026 - 10:37 WIB

FWK SOROTI JANJI PRESIDEN DI DPR, BENAHI MBG DAN TINGKATKAN SUBSIDI REDAM KENAIKAN HARGA KEBUTUHAN POKOK

21 Mei 2026 - 09:41 WIB

Prabowo Ubah Aturan Baru Tata Kelola SDA demi Cegah Kebocoran APBN

20 Mei 2026 - 15:42 WIB

Trending di Nasional