Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 28 Nov 2023 19:38 WIB ·

Ditemukan 96 Kasus Isu Hoaks Pemilu 2024


Ditemukan 96 Kasus Isu Hoaks Pemilu 2024 Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi menemukan bahwa ada sebanyak 96 kasus Isu Hoaks sepanjang pemilihan umum (pemilu) 2024. Statistik isu hoaks tersebut dilakukan pada periode 17 Juli sampai dengan 26 November 2023.

“Hari ini masa kampanye pemilu 2024 resmi dimulai. Sejak 17 Juli hingga 26 November 2002 Kementerian kominfo sudah menemukan 96 isu hoaks pemilu yang tersebar di 355 konten,”kata Budi di kantor Kominfo, Selasa (28/11/2023).

Adapun untuk sebaran isu hoaks yaitu Juli (6), Agustus (18), September (13), Oktober (20) dan November (39).

“Namun sepanjang bulan November 2023 saja sudah beredar 39 isu hoaks 27 hari yang lalu sepanjang bulan November sudah 39 isu hoaks. Berarti lebih dari satu isu hoaks terkait pemilu yang beredar setiap harinya,”ujar dia.

Hingga kini pihaknya sudah berhasil melakukan take down terhadap 290 konten di berbagai platform baik di Facebook, Twitter, Instagram, tiktok, Snack video dan YouTube. Adapun sisanya masih ditindaklanjuti.

“kami sudah berhasil melakukan take down 290 konten sedangkan 65 konten lainnya sedang diproses,”katanya

Menurutnya kasus ini perlu menjadi perhatian bersama karena berbagai konten negatif mulai dari konten mengandung hoaks hingga ujaran kebencian akibat perbedaan pilihan sudah banyak ditemui dan tentunya mengancam persatuan Indonesia.

“Seperti arahan yang disampaikan Presiden Joko Widodo kita Cuman tiga hoaks, kabar bohong, ujaran kebencian, dan ketiga yang merendahkan orang lain dalam artian kata-kata kebun binatang dsg dikeluarkan di ruang digital,”katanya.

Lebih lanjut, sebagai langkah antisipasi diperlukan upaya yang masif dalam mengaplikasi Pemilu damai 2024 sebagai wujud ikhtiar bersama untuk mendorong masyarakat agar memilih dengan cara yang bijak sembari menjaga perdamaian bangsa di ruang digital.

Pesan ini juga disusun untuk menjawab berbagai isu terkait Pemilu seperti yang pertama peningkatan partisipasi Anti perpecahan atau polarisasi dan bagaimana anti hoaks untuk menjaga ruang digital kita tetap damai. Salah satunya dengan melakukan kolaborasi antar lembaga yaitu Bawaslu, kepolisian RI dan Kominfo.

“Saya mengapresiasi komitmen Bawaslu serta polri menjalin kerjasama pengawasan penyelenggaraan pemilu pertama kampanye di ruang digital. Saya percaya kolaborasi ini menjadi kunci dalam menciptakan pemilu damai 2024,”tuturnya.(hab)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pimpin Rapat Pascabencana Sumatera, Sufmi Dasco Bahas Target Rekonstruksi

25 Mei 2026 - 12:22 WIB

Di Tengah Kenaikan Harga Material, Proyek Jalan Tetehosi Afia Tetap Tuntas dan Berkualitas

23 Mei 2026 - 12:02 WIB

Arif Rahman Bahas Ketahanan Pangan Berkelanjutan Bersama Grenpace

23 Mei 2026 - 11:07 WIB

Puji Rekor MURI Pelayanan 100 Jam, HIPMI Bogor: Menyala Bupati Rudy Susmanto

23 Mei 2026 - 10:57 WIB

Kawal Program MBG, Kastaf Dudung Tegaskan Jangan Ada Oknum yang Menjual Titik

21 Mei 2026 - 13:15 WIB

GMNI Jakarta Serahkan Laporan Korupsi KDMP Rp112 Triliun ke Kejagung, Desak Periksa Kementerian Terkait dan Tegaskan Militer Tidak Kebal Hukum

21 Mei 2026 - 10:37 WIB

Trending di Nasional