Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Bisnis · 21 Feb 2024 11:32 WIB ·

PT MRT Jakarta Bangun Stasiun Bawah Tanah Pertama di Indonesia


PT MRT Jakarta Bangun Stasiun Bawah Tanah Pertama di Indonesia Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

PT MRT Jakarta membangun stasiun bertingkat bawah tanah pertama di Indonesia yakni pada proyek MRT fase 2A CP 202 bagian Sawah Besar-Mangga Besar Jakarta Pusat.

“Ini jadi stasiun bertingkat bawah tanah pertama di Indonesia,” kata Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Weni Maulina dalam Forum Jurnalis MRT Jakarta review 2023 dan rencana 2024 di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, hal itu dimungkinkan karena penggunaan jalur Ratangga ke arah selatan dan utara berada pada level yang berbeda atau peron bertumpuk (stacked platform) ini sehingga kedalaman Stasiun Sawah Besar dan Mangga Besar menjadi 28 meter.

Weni juga menjelaskan, nantinya stasiun bertingkat itu juga akan terhubung melalui terowongan menyesuaikan rancangan.

Ia menyebutkan, Stasiun Sawah Besar yang terletak di sisi Jalan Gajah Mada, akan menggunakan konsep yang sama dengan Stasiun Mangga Besar di sisi Jalan Hayam Wuruk.

Nantinya kereta yang berlainan arah akan berada di level peron bertumpuk. Saat ini, hanya terdapat dua stasiun yang akan menggunakan konsep itu di MRT Jakarta Koridor Utara – Selatan.

“Penggunaan konsep ‘stacked platform’ dan ‘stacked tunnel’ (peron dan terowongan bertumpuk) ini dikarenakan keterbatasan area di sepanjang Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk,” jelasnya.

Stasiun Sawah Besar dan Stasiun Mangga Besar dirancang untuk memiliki empat lantai, dengan peron untuk Ratangga ke utara dan selatan pada dua lantai yang terpisah.

MRT Fase 2A CP 202 Stasiun Harmoni—Sawah Besar—Mangga Besar yang dimulai 25 Juni 2022 kini telah mencapai 25,54 persen per 25 Januari 2024.

Dengan cakupan pekerjaan meliputi pekerjaan D-Wall Stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar dan fabrikasi pembesian D-Wall (diaphragm wall), serta pekerjaan tiang kolom sementara penopang lantai dan atap selama masa ekskavasi stasiun (king post).

Fase 2A MRT Jakarta akan menghubungkan Stasiun Bundaran HI hingga Kota sepanjang sekitar 5,8 kilometer dan terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah, yaitu Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok dan Kota.

Fase 2A tersebut dibagi menjadi dua segmen, yaitu segmen satu Bundaran HI-Harmoni yang ditargetkan selesai pada 2027 dan segmen dua Harmoni-Kota yang ditargetkan selesai pada 2029.

Fase 2 MRT Jakarta akan dibangun dengan biaya sekitar Rp22,5 triliun melalui dana pinjaman kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang.(JR)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ubah Sampah Jadi Pakan Maggot, Warga Tangerang Dibantu PT IKPP

25 Desember 2025 - 13:36 WIB

Wali Nanggroe Terima Dubes Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Aceh–Moskow

1 November 2025 - 17:57 WIB

Semangat “Terang untuk Negeri”, PT. PLN UP3 Nias Gelar Syukuran Hari Listrik Nasional Ke-80 dan Berbagi untuk Masyarakat

28 Oktober 2025 - 11:39 WIB

Rayakan Batik, Hotel Santika Premiere Bintaro Hadirkan Lomba Fashion Show dan Fotografi

1 Oktober 2025 - 11:34 WIB

JNE Berangkatkan 1.643 Karyawan Umrah

30 September 2025 - 14:10 WIB

KPPU Denda TikTok Rp 15 Miliar

30 September 2025 - 13:25 WIB

Trending di Bisnis