Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Bola & Sports · 29 Jul 2024 11:42 WIB ·

Olimpiade Paris 2024:Apriyadi/Fadia Tersisih


Olimpiade Paris 2024:Apriyadi/Fadia Tersisih Perbesar

Jakarta Harianmerdeka

Pasangan ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu dan Siti Fadia Ramadhanti, mengungkapkan rasa kecewa mereka setelah mengalami kekalahan kedua dalam penyisihan grup A, yang memastikan mereka tersisih dari Olimpiade Paris 2024 dan gagal meraih medali. Pertandingan tersebut berlangsung di Porte della Chapelle Arena, Paris.

Dalam pertandingan melawan pasangan ganda putri nomor satu dunia dari Tiongkok, Chen Qing Chen dan Jia Yi Fan, Apriyani/Fadia menyerah dengan skor 12-21 dan 18-21. Kekalahan ini menambah daftar kekalahan mereka setelah sebelumnya kalah dari pasangan Jepang, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara, dengan skor 22-24 dan 15-21.

Dengan dua kekalahan tersebut, Apriyani/Fadia hanya menempati peringkat terakhir di grup A, yang juga diisi oleh pasangan Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan. Kekalahan ini juga menghentikan ambisi Apriyani untuk mempertahankan medali emas yang diraihnya tiga tahun lalu bersama Greysia Polii.

“Pastinya kecewa karena tidak bisa melaju ke babak selanjutnya dan tidak bisa menyumbang medali,” ujar Fadia seusai pertandingan.

Namun, Fadia tetap mengambil sisi positif dari penampilannya di Olimpiade. “Ini menjadi pengalaman dan pembelajaran yang sangat berharga untuk saya. Saya bisa bermain di Olimpiade, tidak semua atlet punya kesempatan ini,” jelas pemain kelahiran Bogor tersebut.

Fadia menyesalkan mereka tidak dapat memanfaatkan momen saat unggul pada gim kedua. Dia mengakui, jika mereka bisa memaksimalkan keunggulan itu, hasilnya mungkin bisa berbeda.

“Terasa di poin-poin kritis, terutama saya, bermain kurang tenang. Sementara, lawan yang sangat berpengalaman sudah hafal sekali kebiasaan-kebiasaan, sudah tahu mau melakukan apa di momen seperti itu,” ungkapnya.

Pebulu tangkis berusia 23 tahun ini banyak belajar dari penampilan perdananya di Olimpiade. “Di Olimpiade sejak pertandingan pertama itu layaknya final. Semangat dan suasana itu yang jadi pelajaran buat saya,” tambahnya.

Meskipun tersisih, Apriyani/Fadia masih memiliki satu pertandingan lagi dalam babak penyisihan melawan Pearly Tan/Thinaah Muralitharan. Pasangan Malaysia tersebut sebelumnya mengalahkan pasangan Jepang, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara, dengan skor 18-21, 21-15, dan 21-16.

“Masih ada pertandingan terakhir. Kami tetap mau fight. Kami tidak mau memikirkan laga ini sudah tidak menentukan lagi, kami akan berjuang sebaik-baiknya,” ujarnya. (bs)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bayern Unggul atas Real Madrid, Kompany Tegaskan Fokus Hadapi Leg Kedua

9 April 2026 - 06:31 WIB

Arteta Terapkan Metode Latihan Tak Biasa Jelang Laga Liga Champions

8 April 2026 - 11:22 WIB

Indonesia Hadapi Brunei di Laga Pembuka Grup B Piala AFF Futsal 2026

6 April 2026 - 16:05 WIB

Thom Haye Apresiasi Penampilan Beckham Putra Bersama Timnas Indonesia

2 April 2026 - 15:22 WIB

Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini

16 Januari 2026 - 19:06 WIB

FORNAS 2025 Resmi Dibuka: NTB Jadi Pusat Pergerakan Ekonomi dan Semangat Kebangsaan

29 Juli 2025 - 11:54 WIB

Trending di Bola & Sports