JAKARTA | Harian Merdeka
Prancis Paris Saint-Germain (PSG) terancam tak bisa tampil di Liga Champions lantaran masih memiliki tunggakan gaji mantan bintangnya, Kylian Mbappe.
Seperti diketahui, pesepak bola berusia 25 tahun sejatinya sudah tidak terafiliasi dengan Les Parisiens. Dia meninggalkan Parc des Princes dengan status bebas transfer musim panas ini demi bergabung bersama raksasa LaLiga Real Madrid.
Hanya saja, Mbappe punya urusan yang belum beres di PSG. Dia merasa masih diutangi gaji oleh mantan klubnya dengan nominal cukup besar, yakni mencapai 55 juta euro atau sekitar Rp945 miliar.
Menurut laporan media Prancis Le Monde via Football Transfers, pesepak bola kelahiran 1998 sampai memutuskan membawa masalah ini ke jalur yang lebih serius.
Pengacara Mbappe menghubungi Ligue de Football Professionel (LFP) dan UEFA guna membantu menyelesaikan problem kliennya dengan PSG.
Secara spesifik, Kylian Mbappe mengeklaim dirinya belum menerima pembayaran terakhir dari bonus penandatangannya senilai 63 juta euro. PSG juga masih utang gaji tiga bulan serta ethics bonus sepanjang periode April sampai Juni 2024.
Masih merujuk pada laporan yang sama, belum ada konfirmasi terkait apakah PSG bakal membayar tunggakan yang disebut Mbappe. Akan tetapi, Football Transfers menyebut Les Parisiens berpotensi diganjar konsekuensi berat apabila gagal menuntaskan problem ini.
LFP kabarnya memiliki kewenangan untuk memberi sanksi berupa larangan transfer kepada klub Paris tersebut. Sementara itu, UEFA dapat mencabut lisensi tim asuhan Luis Enrique, yang bakal membuat mereka terancam dilarang ikut serta dalam Liga Champions musim ini. (jr)




