Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Daerah · 18 Nov 2025 10:21 WIB ·

Aceh Krisis Listrik


Aceh Krisis Listrik Perbesar

BANDA ACEH | Harian Merdeka

Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA) kembali menyoroti persoalan pemadaman listrik yang terus terjadi sepanjang tahun di berbagai kabupaten/kota di Aceh. Warga menyebut kondisi ini sebagai “mati suka-suka”, sementara SAPA menilai PLN lebih cepat bertindak dalam penagihan ketimbang memperbaiki mutu layanan.

Ketua SAPA, Fauzan Adami, mengatakan persoalan listrik yang tidak stabil telah merugikan masyarakat, pelaku usaha, hingga pelayanan publik. Ia menegaskan bahwa listrik adalah kebutuhan dasar yang seharusnya dijamin negara.

Menurut Fauzan, “Tahun ini Aceh sudah berkali-kali gelap hampir di semua kabupaten/kota. Masyarakat rugi, usaha lumpuh, pelayanan publik terhenti. Listrik itu kebutuhan dasar, bukan barang mewah.”

Ia juga menyebut ironi di balik kondisi tersebut, mengingat Aceh memiliki peran penting dalam sejarah berdirinya Republik Indonesia. “Aceh punya sejarah besar membantu berdirinya NKRI. Wajar Aceh mendapatkan perhatian istimewa. Tapi nyatanya, listrik saja masih kacau,” ujarnya.

SAPA mendesak Pemerintah Aceh untuk tidak diam dan segera menekan pemerintah pusat serta PLN agar melakukan pembenahan menyeluruh. Fauzan menilai pemerintah daerah wajib mengambil langkah tegas.

“Pemerintah Aceh harus bersuara. Jangan hanya menerima laporan PLN tanpa tindakan. Aceh berhak atas listrik yang stabil dan berkualitas,” kata Fauzan.

Ia juga mengkritik tajam sikap PLN yang dinilai lebih sigap memutus listrik pelanggan yang menunggak daripada memperbaiki jaringan atau mencegah pemadaman. “Kalau soal potong listrik, PLN sangat cepat. Tapi soal mutu layanan, pemadaman, dan pembenahan jaringan, reaksi mereka lambat. Ini tidak adil bagi rakyat Aceh,” ungkapnya.

Fauzan menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa perbaikan sektor kelistrikan harus menjadi prioritas, mulai dari perbaikan jaringan, peningkatan kapasitas pembangkit hingga tata kelola yang lebih akuntabel. “Ke depan tidak boleh ada lagi cerita mati lampu di Aceh. Ini menyangkut masa depan daerah. Kalau listrik saja tak stabil, Aceh akan terus tertinggal,” ujarnya.(mht)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kepala Desa se Kecamatan Cijeruk dan Cigombong Bantah Adanya Intervensi Oleh Jaro Ade

12 Juni 2026 - 15:19 WIB

Jaga Jakarta On The Spot, Kapolda Metro Jaya Dengarkan Langsung Keluhan dan Harapan Warga

11 Juni 2026 - 10:21 WIB

Anak Sekolah dan Petani Jadi Korban, Warga Titip Aspirasi Jembatan kepada TNI AD

8 Juni 2026 - 11:43 WIB

Dukung Mobilitas Warga, Satbrimob Polda Banten Revitalisasi Jembatan di Bayah

8 Juni 2026 - 10:34 WIB

Imbas Kebakaran Pasar Parung, MataHukum Minta Bupati Bogor Copot Direksi Pasar Tohaga

8 Juni 2026 - 10:18 WIB

Bupati Rudy Susmanto Pastikan Proyek Jalan Tambang Bogor Barat Tetap Berjalan

2 Juni 2026 - 15:08 WIB

Trending di Daerah