Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Daerah · 25 Feb 2026 16:31 WIB ·

Aktivis IMALA Desak Disnaker Usut Dugaan Lemahnya K3 di Port Cemindo


Aktivis IMALA Desak Disnaker Usut Dugaan Lemahnya K3 di Port Cemindo Perbesar

LEBAK | Harian Merdeka

Aktivis Ikatan Mahasiswa Lebak (IMALA), Sapnudi, mendesak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk segera melakukan investigasi menyeluruh terkait dugaan lemahnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di area operasional Port Cemindo.

Desakan ini muncul menyusul sejumlah insiden kecelakaan kerja yang disebut terjadi dari tahun ke tahun dan menimbulkan korban.

Sapnudi menilai, kondisi tersebut tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa dan harus menjadi perhatian serius semua pihak, khususnya instansi pengawas ketenagakerjaan.
“Kecelakaan kerja yang terus berulang menandakan ada persoalan mendasar dalam sistem pengawasan dan penerapan K3. Ini bukan hanya soal kelalaian individu, tetapi menyangkut sistem dan standar operasional yang harus dievaluasi secara menyeluruh,” tegas Sapnudi dalam keterangannya kepada media, Rabu (25/2/2026).

Menurutnya, Disnaker harus turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan faktual, mulai dari kelengkapan alat pelindung diri (APD), standar operasional prosedur (SOP), hingga sistem pengawasan internal perusahaan.

Ia juga mempertanyakan apakah penerapan K3 di lingkungan Port Cemindo telah benar-benar sesuai dengan regulasi dan SOP yang berlaku, atau hanya sebatas formalitas administratif.
“Kami mendesak Disnaker tidak hanya menerima laporan di atas meja. Harus ada investigasi langsung, audit menyeluruh, dan jika ditemukan pelanggaran, harus ada sanksi tegas. Keselamatan pekerja tidak boleh dikompromikan,” ujarnya.

Sapnudi menambahkan, pengawasan ketat sangat penting untuk mencegah jatuhnya korban berikutnya. Ia menilai, negara melalui instansi terkait memiliki tanggung jawab memastikan setiap perusahaan menjalankan standar K3 secara konsisten dan terukur.

IMALA, lanjutnya, akan terus mengawal persoalan ini dan membuka ruang advokasi bagi para pekerja yang merasa hak keselamatan dan kesehatannya terabaikan. (Egi)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pilar Terjun Langsung Tinjau Titik Banjir dan Longsor Akibat Hujan Ekstream

16 April 2026 - 12:13 WIB

Layanan Perumda TKR Kabupaten Tangerang Makin Top di Usia 50 Tahun.

16 April 2026 - 12:04 WIB

Rekrut Anak Jadi Sopir, Kadishub Kota Gunungsitoli Diduga Langgar Edaran Wali Kota

16 April 2026 - 11:56 WIB

Kritik Relokasi Pasar Bogor, PEMNAS: Walikota Jangan Asal Pindah Barang

14 April 2026 - 14:00 WIB

Rakortekrenbang Sumut 2026 Digelar di Gunungsitoli, Bahas Sinkronisasi RKPD 2027

13 April 2026 - 18:07 WIB

Bupati Tangerang dan Wamen UMKM Dorong Peningkatan Layanan dan Sinergi pada Peringatan HUT Perumdam TKR

13 April 2026 - 16:43 WIB

Trending di Daerah