BOGOR | Harian Merdeka
Kebakaran hebat melanda warung soto Mang Ohim yang berada di Jalan Raya Taman Cimanggu, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Selasa (3/2/2026) pagi. Warung makan yang dikenal luas oleh warga sekitar tersebut hangus terbakar setelah api diduga berasal dari kebocoran selang gas saat aktivitas memasak berlangsung.
“Objek terbakar warung soto Pak Ohim atau terkenalnya soto Mang Ohim, lokasi kebakaran Jalan Raya Taman Cimanggu, Kecamatan Tanah Sareal,” kata Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Bogor, Theofilio Patricinio Freitas, kepada wartawan.
Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 07.50 WIB, saat aktivitas di warung sedang berjalan dan karyawan tengah menyiapkan makanan untuk operasional pagi. Menurut keterangan petugas, kebocoran gas terjadi di area dapur ketika proses memasak sedang berlangsung, sehingga api dengan cepat tersulut dan sulit dikendalikan.
“Sumber api atau penyebab kebakaran kebocoran gas. Korban jiwa atau pun luka nihil, kerugian ditaksir mencapai Rp 50 juta,” ujar Theofilio.
Ia menjelaskan, api pertama kali muncul saat seorang karyawan sedang menggoreng bahan makanan. Kebocoran pada selang gas menyebabkan api langsung membesar dan merambat ke bagian atap bangunan warung yang sebagian besar berbahan mudah terbakar.
“Awal mula terjadinya kebakaran, karyawan sedang menggoreng di dapur, namun gas yang dipakai mengalami kebocoran, api cepat merambat ke atap warung,” imbuhnya.
Kondisi tersebut membuat api dengan cepat melalap seluruh bagian bangunan. Saat warga sekitar menyadari kebakaran, kobaran api sudah terlihat membesar dan asap hitam pekat membumbung tinggi, sehingga menimbulkan kepanikan di sekitar lokasi yang berada di jalur lalu lintas cukup padat.
Mendapat laporan kejadian, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bogor langsung mengerahkan enam unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil fire rescue ke lokasi. Armada tersebut berasal dari Posko Yasmin, Sukasari, dan Cibuluh.
“Posko Yasmin, Sukasari, dan Cibuluh meluncurkan 6 unit besar dan 1 mobil fire rescue ke TKP, tetapi api sudah sangat membesar ketika tiba di TKP. Namun demikian, penanganan dapat dilakukan cepat oleh regu yang bertugas,” kata Freitas.
Petugas pemadam kebakaran langsung melakukan upaya pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi. Meski api sempat berkobar hebat, upaya pemadaman berlangsung relatif cepat berkat jumlah armada dan personel yang memadai.
“Situasi akhir api berhasil dipadamkan, proses penanganan selama kurang lebih 15 menit,” imbuhnya.
Dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Seluruh pekerja warung berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar. Namun, bangunan warung soto Mang Ohim dilaporkan mengalami kerusakan total, sehingga tidak dapat digunakan untuk sementara waktu.
Pihak pemadam kebakaran mengimbau para pelaku usaha kuliner, khususnya yang menggunakan tabung gas elpiji, untuk rutin memeriksa kondisi selang, regulator, dan instalasi gas guna mencegah kebakaran serupa. Pemeriksaan berkala dinilai penting mengingat kebocoran gas masih menjadi salah satu penyebab utama kebakaran di sektor usaha makanan. (con)







